Pertumbuhan Ekonomi Cina Diprediksi Melambat 6,8 Persen pada Tahun 2016

Tahun depan, pertumbuhan Cina diprediksi melambat 6,8 persen. Hal ini akibat tekanan kebijakan dan moneter yang memberi pengaruh besar pada paruh pertama .

“Meski tekanan tersebut akan ada untuk sementara waktu akibat kelebihan kapsitas, perlambatan laba, dan meningkatnya bermasalah, namun kami berharap ada sejumlah faktor positif yang akan meningkatkan perekonomian secara bertahap di tahun 2016,” kata Cina dalam laporannya yang dipublikasikan Rabu (16/12).

Bank Sentral Cina menambahkan, bahwa nilai tukar Yuan (mata uang Cina) yang terus anjlok telah menjadi tekanan tersendiri untuk sektor . “Menjaga stabilitas nilai tukar Yuan bisa membantu meningkatkan ,” lanjutnya.

Ekspor Cina diperkirakan naik 3,1 persen pada tahun 2016. Sementara, impor diperkirakan tumbuh 2,3 persen.

Di sisi lain, Bank Sentral Cina mengharapkan investasi aset tetap Cina, seperti properti, yang merupakan pendorong utama ekonomi, tumbuh 10,8 persen pada tahun 2016. “Penjualan ritel Cina, bisa tumbuh 11,1 persen tahun depan,” ungkap Kepala Ekonom Bank Sentral Cina, Ma Jun.

Sementara itu, Chinese Academy of Social Sciences (CASS) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Cina melambat 6,6 persen hingga 6,8 persen pada 2016 karena permintaan eksternal yang terus berkurang serta pembekuan investasi domestik. Karena itu, diminta memperluas defisit fiskal menjadi 2,12 triliun Yuan (327,6 miliar ) pada tahun depan untuk menjaga defisit terhadap PDB sekitar 3 persen.

“Pemerintah Cina harus meningkatkan kebijakan fiskal untuk menghadapi tekanan dan deflasi,” ujar ekonom CASS, Li Xuesong.

Pemerintah Cina sendiri telah memulai melakukan pelonggaran kebijakan yang paling agresif sejak krisis keuangan global, termasuk penurunan enam sejak November 2014, dalam upaya untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sekitar 7 persen tahun ini.

Loading...