Pertamina Terima LPG Pertama, Babak Baru Kerjasama Indonesia-Iran

JAKARTA – Perusahaan dan gas terbesar di Indonesia, Pertamina, menerima kiriman pertama bahan bakar gas cair (Liquified Petroleum Gas atau LPG) dari Iran pada pekan lalu. ini sekaligus menandai babak baru dalam kemitraan Indonesia dengan Iran dalam bidang .

Kapal tanker yang membawa 44.000 ton LPG tiba di sebuah pelabuhan di Situbondo, Jawa Timur, pada Kamis (13/10) lalu. Itu merupakan pengiriman pertama dari total 600.000 ton LPG yang telah dibeli Pertamina dari perusahaan minyak Iran, National Iranian Oil Company (NIOC), dalam kontrak yang ditandatangani pada Mei lalu.

“Ini menandai babak baru dalam kemitraan Pertamina-NIOC dan membuka jalan bagi kerjasama perdagangan yang lebih signifikan antara Indonesia dan Iran,” kata Utama Pertamina, Dwi Soetjipto. “Iran adalah salah satu prioritas Pertamina. Kami serius tentang investasi hulu yang akan membantu Iran meningkatkan produksi, yang sejalan dengan upaya perusahaan untuk mendukung ketahanan energi nasional di Indonesia.”

Pertamina dan NIOC juga telah menandatangani perjanjian terpisah untuk melakukan studi pendahuluan pada dua ladang minyak raksasa di Iran, Ab-Teymour dan Mansouri, yang diperkirakan memiliki cadangan 5 juta barel minyak mentah. Penawaran antara dua perusahaan itu dibuat setelah Indonesia dan Iran menandatangani nota kesepahaman di sektor energi pada bulan Februari, sebulan setelah sanksi terhadap Iran atas kegiatan nuklirnya dicabut.

Di luar Indonesia, Pertamina memiliki aset produksi minyak dan gas di Aljazair, Irak, dan Malaysia. Pada Agustus lalu, perusahaan juga membeli 24,53% saham di French Maurel & Prom dengan 201,2 juta atau 221 juta dolar AS. Pembelian saham di perusahaan Perancis itu juga memberikan kesempatan bagi Pertamina untuk hadir di benua Eropa.

Loading...