Persentase Fluktuatif, Berikut Perhitungan Sederhana Bunga Deposito BCA

perhitungan, bunga, deposito, BCA, cara, sederhana, mengalikan, jumlah, uang, simpanan, per, tahun, tenor, waktu, dibagi, 12, produk, jumlah, meningkat, menyesuaikan, turun, tahun, presiden, direkturInvestasi deposito (financeblvd.com)

Bagi Anda yang berniat menyisihkan sebagian untuk berinvestasi, mungkin bisa memilih . Bank-bank di , sebagian besar menyediakan tersebut. Misalnya, BCA. Dengan pilihan jangka waktu tertentu dan bunga yang kompetitif, deposito BCA bisa menjadi pilihan Anda.

BCA mengklaim produk mereka memilih beberapa keunggulan utama, seperti nasabah bisa memilih jangka waktu deposito, bisa memilih 9 , bunga ke rekening BCA atau bank lain, dan ada sistem Automatic Roll Over (ARO).

Untuk awal, BCA memberlakukan aturan nominal minimal untuk seluruh jangka waktu (1, 3, 6, dan 12 bulan). Deposito rupiah minimal setorannya adalah Rp 8 juta, sedangkan deposito valas minimal USD 1000/SGD 2000/HKD 8000/AUD 2000/JPY 150000/GBP 1000/EUR 1000, dan CNY 7000.

Perhitungan bunga deposito BCA dapat dilakukan dengan cara sederhana, yaitu mengalikan jumlah uang simpanan dengan bunga per tahun dikali tenor (waktu) dibagi 12. Rumusan ini tidak hanya bisa digunakan untuk produk deposito BCA saja, tetapi juga untuk seluruh produk dari berbagai bank.

Misalnya saja, Anda memiliki uang atau tabungan sebanyak Rp 8 juta, lalu didepositokan ke BCA dengan pilihan tenor 3 bulan, dan bunga (misalnya) 4,25% (persen). Maka, perhitungan sederhananya adalah Rp 8 juta x 4,25% x 3 : 12 = Rp 85 ribu. Sehingga, dalam waktu 3 bulan, Anda akan mendapatkan bunga sebesar Rp 85 ribu.

Beberapa waktu lalu, BCA sempat menyesuaikan tingkat bunga depositonya hingga 1% (persen). Hal tersebut dilakukan demi menjaga untuk mengantisipasi naiknya permintaan kredit. BCA memperkirakan akan membaik, dan juga mendorong proyek-proyek infrastruktur berjalan.

“Jadi kami antisipasi likuiditas mengetat. Kami menyesuaikan bunga deposito 1 persen walaupun masih di bawah industri. Tetapi, ternyata masyarakat merespons positif, sehingga meningkatkan pertumbuhan deposito kami,” ujar Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja.

Beberapa periode lalu, deposito BCA tumbuh 33 persen atau setara dengan Rp 36,01 triliun menjadi Rp 145,29 triliun. Meskipun begitu, porsi dana murah (tabungan dan giro) BCA masih tetap mendominasi dengan nilai Rp 426,9 triliun atau berkontribusi sebanyak 74,6 persen dari total dana pihak ketiga (DPK).

Kemudian, berdasarkan data laporan bulanan (tidak diaudit) BCA per Desember 2017, jumlah dana deposito perseroan mencapai Rp 137,48 triliun. Realisasi tersebut meningkat 12,7 % secara tahunan apabila dibandingkan dengan jumlah deposito yang dibukukan BCA pada akhir tahun 2016 sebesar Rp 121,93 triliun.

Walaupun sempat menyesuaikan bunga deposito hingga 1%, pihak BCA menurunkan kembali bunga deposito untuk menekan pertumbuhan dana mahal. “Kalau deposito tahun lalu, posisi kami memang terus turunkan bunga untuk kurangi pertumbuhan, tetapi porsi ya masih sekitar 23%-25%,” ujar Presiden Direktur, Jahja Setiaatmadja.

Loading...