Persaingan Jepang dan China Bagus Untuk Infrastruktur Asia

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati - asia.nikkei.com

YOKOHAMA – Persaingan antara Jepang dan dalam masih dalam taraf sehat dan bisa membantu perkembangan -negara di kawasan . Hal ini dituturkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam suatu wawancara dengan Nikkei Asian Review pada hari Kamis (4/5) kemarin.

“Ini adalah kompetisi yang sangat bagus,” kata Sri Mulyani ketika berada di Yokohama untuk menghadiri pertemuan tahunan ADB. “Anda mungkin tidak ingin membangun infrastruktur dengan tinggi karena tidak mampu atau termasuk negara tidak mampu. Namun, dengan kombinasi tekanan yang datang dari China dan banyak pemain lainnya, menciptakan persaingan yang akan mengurangi .”

Sri Mulyani juga mencatat bahwa standar tinggi yang ditetapkan oleh Jepang dalam hal dampak infrastruktur terhadap lingkungan dan masyarakat, serta tata kelola, juga akan menarik China dan AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank) untuk melakukan langkah serupa. Dikatakannya, bahwa hal tersebut akan menciptakan tekanan untuk AIIB agar mengutamakan kualitas infrastruktur yang tidak mencemari udara.

Jepang memang menganjurkan pembangunan ‘infrastruktur berkualitas tinggi’ di Asia dan ingin mendorong inisiatif semacam itu dengan dukungan dari Asian Development Bank (ADB), yang memang memiliki hubungan dekat. Di sisi lain, China menawarkan alternatif untuk negara-negara Asia dengan dana dari AIIB, yang pembentukannya dipelopori oleh Beijing.

Akhirnya, Sri Mulyani berkesimpulan bahwa antara ADB dengan AIIB akan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur yang luas di kawasan Asia. ADB sendiri telah memperkirakan bahwa Asia perlu menginvestasikan sekitar 22,6 triliun pada tahun 2030 mendatang jika kawasan ini ingin mempertahankan momentum pertumbuhan yang telah dicapai.

“Terkadang, proyek yang telah dirancang World Bank hanya menyediakan 10 persen pembiayaan, dan sisanya disediakan oleh ADB,” imbuh Sri Mulyani. “AIIB akan terus mencari proyek-proyek yang potensial sehingga mereka bisa meminjamkan uang tanpa memikirkan proyek itu sendiri. Ini akan menjadi kesempatan yang baik bagi mereka untuk berkolaborasi dengan ADB yang memiliki lebih banyak pengalaman dan persiapan proyek.”

Loading...