Permintaan Turun, Harga Besi Scrap Tembus Level Terendah

Harga Besi Scrap - asia.nikkei.com

TOKYO – besi scrap atau besi tua mengalami penurunan ke level terendah dalam enam bulan terakhir karena permintaan di China yang melemah. Hal ini lantas menimbulkan kekhawatiran mengenai perlambatan permintaan di Asia, termasuk peraturan lingkungan hidup yang lebih ketat di Beijing yang juga mengancam pasokan.

Harga pembelian besi scrap telah turun menjadi sekitar 24 ribu yen atau setara 213,29 AS per ton, sekaligus menandai penurunan sebesar 20 persen, usai sempat menyentuh level tertinggi dalam 30 bulan di angka 30.000 yen pada bulan Maret lalu. Tokyo Steel Manufacturing pun menurunkan harga beli sebesar 7.000 yen dalam satu bulan terakhir.

“Pengadaan baja di Korea Selatan dan Vietnam telah berjalan, dan berada pada tingkat seperempat dari level normal,” ujar seorang pejabat di sebuah perdagangan baja di Jepang. “Dengan lambannya ekspor, permintaan besi scrap di Jepang pun juga bisa mereda.”

Harga baja yang murah di China telah memengaruhi pasar, karena keraguan atas real estate yang sedang booming di negara ini menimbulkan ketidakpastian mengenai permintaan baja di masa depan. Harga billet baja, pengecoran semi-finished yang bersaing dengan besi scrap, turun 15 persen sejak bulan lalu menjadi 380 dolar AS per ton. Jika ekspor billet baja murah ke China naik lagi, negara-negara di Asia Tenggara kemungkinan akan mengurangi impor.

Peraturan yang lebih ketat mengenai tungku listrik pembuat baja berarti bahwa permintaan dari China juga akan meningkat. Pabrik baja di China secara tradisional mengonsumsi potongan-potongan besi dari dalam negeri, namun pemerintah menuntut penghentian operasi induksi tungku, sebuah tanur listrik kecil yang menghasilkan baja berkualitas rendah, yang dianggap Beijing berkontribusi terhadap polusi udara.

Seorang manajer yang bertanggung jawab atas pengadaan baja mengatakan bahwa 60 juta ton besi tua yang tidak dapat dikirimkan ke China dapat diletakkan di pasar internasional. Potongan besi scrap ke China saat ini seharga sekitar 22.000 yen termasuk pajak ekspor, dengan pembeli Korea Selatan dan Vietnam mengambil kontrak.

Besi scrap yang murah memang menurunkan biaya pengadaan, namun meredam harapan kenaikan harga. Pembuat baja di Jepang berharap bisa memperoleh 60.000 yen per ton untuk bar ‘cacat’, produk utama yang digunakan pada reinforced steel. “Kami sekarang sedang menghadapi lampu kuning,” kata Atsushi Iijima dari Nippon Steel & Sumitomo Metal.

Loading...