Permintaan Tinggi, Ini Tips Budidaya Asparagus dengan Hidroponik

Tanaman Asparagus - seringbaca.com

TEMANGGUNG – Nama asparagus mungkin tidak terlalu jika dibandingkan dengan bayam, kol, kubis, wortel, atau kangkung. Ini memang bisa dikatakan sayuran ‘elite’ karena harganya bisa mencapai angka ratusan ribu rupiah per kg untuk grade A. Karena itu, tidak mengherankan jika kemudian banyak yang tertarik membudidayakan ini, baik di kebun maupun secara hidroponik.

Di Temanggung misalnya, seperti dilansir Bisnis, para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Bersama Sambung Roso beramai-ramai mengembangkan tanaman asparagus karena permintaan komoditas ini cukup tinggi secara nasional. Tersebar di 14 kecamatan, untuk saat ini, kelompok tersebut memiliki total lahan sekitar 10 hektare dan menggandeng puluhan petani.

“Komoditas ini sangat menguntungkan secara . Luas lahan 1.000 meter persegi bisa menghasilkan 5 kilogram setiap harinya,” ujar Sekretaris Kelompok Tani Bersama Sambung Roso, Basori Supriyanto. “Hasil selama ini sudah diambil langsung pembeli dari Jakarta. Insyaallah pada September mendatang, kami menandatangani kerja sama dengan supermarket yang siap menampung berapa pun produksi kami.”

Untuk mereka yang memiliki lahan yang cukup, mungkin tidak akan kesulitan membudidayakan asparagus. Namun, bagaimana dengan mereka yang lahannya cukup terbatas? Anda bisa memakai hidroponik untuk menanam sayuran ini. Caranya cukup mudah, tinggal siapkan pot dan lubangi seperti pot untuk anggrek, hanya ukurannya lebih besar.

Kemudian, pot dapat diletakkan dalam pasang surut buatan, seperti kebun-kebun di tepian sungai. Di kalangan praktis hidroponik, teknik ini kerap disebut dengan sistem ‘flood and drain’. Sistem tersebut dapat menggunakan bak berukuran 110 x 50 cm, terbuat dari pipa PVC. Kemudian, air kolam dipompa secara periodik ke dalam bak (30 menit mengalir, 15 menit berhenti). Untuk menambah hara dan bakteri yang hidup, Anda bisa memasukkan sabut kelapa ke dalam bak.

Yang perlu diperhatikan, Anda harus hati-hati terhadap tanaman yang tidak terlalu tahan pada tempat yang terlalu basah. Untuk menyiasatinya, yang sudah berusia setahun, bisa ditanam dengan posisi di atas permukaan air pasang. Di sela-sela lubang pot, beberapa dibiarkan menjuntai keluar ke bak pasang surut. Begitu pot ditaruh dalam sistem, gaya kapiler akan mendorong air ke atas dan membuat menjadi basah meski tidak terendam.

Loading...