Permintaan Sedang Sepi, Harga Minyak Nilam Sejak Awal 2017 Menurun

Minyak Nilam - fr.ulule.comMinyak Nilam - fr.ulule.com

nilam termasuk dalam komoditas atsiri yang memiliki jual cukup tinggi. Tak heran apabila banyak di yang membudidayakan nilam untuk kemudian diolah menjadi minyak nilam atau Patchouli oil. Misalnya saja di kawasan Medan, Aceh, Surabaya, Makassar, dan masih banyak lagi. Sayangnya meski relatif menguntungkan, rupanya minyak nilam terbaru tahun 2017 ini sedang mengalami penurunan.

Di Kota Medan, Sumatra Utara, harga minyak nilam sejak awal tahun 2017 lalu dilaporkan turun dari Rp 650 ribu per kg menjadi Rp 500 ribu per kilogram. “Harga minyak nilam akhir 2016 masih Rp 650 ribu/kg, tapi sejak awal tahun 2017 sampai saat ini harga turun Rp 500 ribu/kg,” kata Amran, nilam di Desa Pantai Tinjau, Kecamatan Sekerak, seperti dilansir Penanegeri.

Amran juga mengungkapkan jika para petani nilam di Desa Pantai Tinjau pun berencana untuk berhenti menanam nilam secara sementara. “Usai panen nanti mereka bilang kepada saya tidak mau tanam lagi sebelum harganya tembus Rp 650 ribu/kg. Kami berharap harga minyak nilam jangan sempat dibawah 500 ribu/kg karena akan berpengaruh kepada petaninya,” ungkap Amran.

Minyak nilam produksi Indonesia sendiri kerap diekspor ke luar negeri untuk bahan campuran kosmetik, bahan baku farmasi, hingga sebagai bahan parfum. “Permintaan minyak nilam di luar negeri agak sepi makanya minyak nilam di Indonesia harganya turun,” jelas Amran.

Harga minyak nilam sendiri memang kerap berfluktuasi lantaran kabarnya kerap terjadi permainan harga di tingkat agen atau tengkulak. “Tidak ada stabilitas harga tersebut dikarenakan adanya permainan harga oleh para agen atau tengkulak-tengkulak. Petani sangat dirugikan, sehingga berimbas kepada turunnya semangat mereka untuk menanam nilam dalam jumlah besar,” ucap Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Aceh Selatan, Hj Hayatun SH.

“Jika persoalan stabilitas harga itu dapat diatasi segera, maka kami yakin para petani akan kembali semangat atau bergairah dan berlomba-lomba untuk menanam nilam kembali dalam jumlah besar,” tandas Hayatun.

Loading...