Permintaan Menurun, Harga Cetak Brosur A4 Full Color Dipatok Semakin Murah

Cetak Brosur - cetakbalimurah.comCetak Brosur - cetakbalimurah.com

Sejak berkembangnya internet dan sosial, para pelaku mulai banyak yang meninggalkan iklan dengan cara lawas seperti melalui brosur, pamflet, atau sebagainya. Sebagian pelaku beranggapan bahwa mengiklankan dan lewat internet lebih efektif dan menjangkau yang lebih luas cakupannya. Padahal tidak selalu demikian. Dengan harga cetak brosur full color (berwarna) yang relatif murah, pelaku usaha bisa menguasai pangsa lokal terlebih dahulu.

Sebagai informasi, di salah satu penyedia jasa percetakan di Surabaya harga cetak brosur A4 full color dipatok mulai Rp 415 hingga Rp 685 per lembar untuk cetak di 1 sisi. Sedangkan biaya cetak brosur A4 warna 2 sisi mulai Rp 500-900 per lembar. Harga tersebut berlaku untuk pemesanan mulai 1.000 lembar hingga lebih dari 5.000 lembar. Biasanya jika semakin banyak jumlah brosur yang dipesan, maka biaya cetak brosur akan dihargai lebih murah.

Namun karena beberapa tahun belakangan ini ekonomi sedang lesu, sejumlah pemilik usaha percetakan mengaku jika bisnis mereka sepi. Beberapa percetakan bahkan hanya mengkhususkan diri untuk melayani pesanan pada masa menjelang pilkada atau melayani korporasi.

Di Palembang misalnya, percetakan Maxprints mengaku mengalami penurunan order yang cukup signifikan meski memasuki masa pilkada. “Biasanya tiga bulan sebelum masuk tahun politik kita sudah terima order, baik itu untuk brosur atau kalender. Nah, ini baru masuk di pertengahan hingga akhir Desember 2017,” kata sang pemilik, Heroelinka, seperti dilansir Tribunnews.

Heroe mengatakan jika hampir semua percetakan lain juga mengalami hal serupa. Oleh sebab itu agar bisnisnya tetap dapat berjalan, ia tidak lagi mencari profit margin 10-20%, melainkan hanya memasang untuk jasa cetak saja. “Syukurnya di sini kita punya mesin cetak sendiri jadi bukan broker atau pihak ketiga, bisa dapat jasa cetak saja sudah alhamdulillah. Entahlah, tahun ini cukup berat saya nilai. Apalagi sejak 2015 kan perekonomian cenderung lesu,” ungkapnya.

Di samping itu, momen pilkada rupanya tak terlalu banyak membantu bisnisnya. Pasalnya jumlah order cetak sangat sedikit dan banyak yang tidak membayar. Alhasil para pelaku bisnis percetakan biasanya akan lebih berhati-hati menerima orderan, setidaknya mereka baru mengerjakan pesanan yang telah membayar down payment (DP) 70-80% atau dicover menggunakan cek.

Loading...