Permintaan Meningkat, Manufaktur Indonesia Membaik Selama September

Kondisi operasional di sektor manufaktur Indonesia kembali membaik di bulan , didukung oleh kenaikan lebih jauh pada permintaan baru, demikian bunyi Purchasing Managers Indeks (PMI) Manufaktur Indonesia dari Nikkei. Total permintaan baru tercatat selama dua bulan beruntun, sedangkan permintaan ekspor mencatat kenaikan terkuat di periode hampir empat tahun.

Di bulan September, PMI Manufaktur Indonesia tercatat berada di titik 50,9, sedikit di atas angka 50,4 pada bulan , sekaligus mengarah pada kenaikan tingkat sedang secara keseluruhan. Sementara, selama keseluruhan kuartal (Juli hingga September), rata-rata PMI berada di kisaran 49,9.

Para panelis menyatakan, terdapat tingkat permintaan yang lebih tinggi dari klien dan klien . Kenaikan pada permintaan baru ini mendorong pelaku manufaktur untuk menaikkan output selama bulan September. Produksi pun meningkat selama dua bulan berjalan, tetapi pada kisaran yang lebih lemah dan secara keseluruhan tergolong kecil.

“Sektor manufaktur Indonesia terus berkembang secara perlahan di bulan September, meski pertumbuhan kehilangan beberapa momentum,” ujar Ekonom HIS Markit, Pollyana De Lima. “Data PMI menunjukkan bahwa total permintaan baru naik dua bulan beruntun, sedangkan ekspor mencatat kenaikan terkuat di periode hampir empat tahun.”

Menurut Pollyana, sepertinya perusahaan percaya akan keberlanjutan pertumbuhan permintaan, sebagaimana aktivitas pembelian membaik dan dilaporkan terciptanya lapangan kerja. “Selain itu, perusahaan nampaknya juga mencoba untuk menjaga margin profitabilitas dengan menaikkan dari sebagai tanggapan terhadap kenaikan beban biaya yang makin tinggi,” sambungnya.

“Keseluruhan situasi manufaktur ini tampak menggembirakan, meski pertumbuhan pada sektor tersebut masih memiliki landasan yang relatif lemah,” tambah Pollyana. “Keputusan terbaru oleh yang memangkas tingkat kemungkinan bakal mendorong di kuartal tahun mendatang.”

Loading...