Permintaan Emas Batangan Melonjak, Berapa Harga Emas 1 Kg Sekarang?

Harga emas - www.viva.co.idHarga emas - www.viva.co.id

Jakarta – Penguatan dolar AS terhadap yuan beberapa waktu belakangan rupanya telah menekan . Hal itu dipicu oleh rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin melanjutkan perang dagang dengan China.

Seperti dilansir Reuters, Trump sempat menyatakan untuk mengenakan sebesar USD 200 miliar terhadap barang-barang dari China. “Saya pikir itu yang mendorong harga emas menjadi lebih murah karena dolar AS terus menguat. Secara teori akan menghasilkan lebih sedikit uang karena mereka akan mendapat ,” kata Michael Matousek, Kepala U.S. Global Investors.

Harga emas di pasar spot terpantau turun sebesar 0,5 persen menjadi USD 1.195,21 per ounce pada pukul 01.35 siang waktu New York usai mencapai level tertinggi di posisi USD 1.212,65 per ounce pada (28/8) lalu. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember 2018 juga ikut melemah sebesar USD 7,10 atau 0,6 persen menjadi USD 1.210,10 per ounce.

Tidak jauh berbeda, harga emas logam mulia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk juga hari ini, Sabtu (15/9) dilaporkan turun Rp 2.000 menjadi Rp 656 ribu per gram. Kemarin harga emas Antam dibanderol Rp 658 ribu per gram. Sedangkan harga emas 1 kilogram (kg) menurut data harga-emas.org dibanderol USD 38.375,13 atau sekitar Rp 569.295.070 jika dikonversikan dalam . Antam sendiri hanya menjual emas 24 karat dalam pecahan 1 gram, 2 gram, 3 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, dan yang paling besar 500 gram (1/2 kilo).

Di tengah kondisi pasar yang sedang tidak menentu, masyarakat rupanya masih memilih emas sebagai aset safe haven-nya. Hal ini terlihat dari persediaan emas batangan di butik-butik logam mulia milik Antam yang dilaporkan menipis. Bahkan menurut Marketing Manager Antam, Yudi Hermansyah, stok emas batangan di beberapa butik LM di Jakarta sekarang sedang kosong. “Terutama yang ukuran 5 gram dan 10 gram karena paling banyak permintaannya,” kata Yudi, seperti dilansir Kontan.

Yudi menambahkan, lonjakan permintaan emas diduga karena harga emas dunia yang sedang terkoreksi sejak awal tahun. “Memang kalau dirupiahkan, harga emas dunia masih terasa naik karena nilai tukar kita juga melemah. Tapi di sisi lain, pelemahan rupiah juga membuat merasa lebih aman berinvestasi dalam bentuk emas,” ungkapnya.

Loading...