Perlukah Selandia Baru Berganti Bendera?

Wellington – Masyarakat telah memilih gambar Pakis Perak dengan latar belakang background berwarna biru-hitam untuk lambang baru bendera negara mereka, jika lambang persemakmuran dihilangkan.

Hasil dari sebuah referendum senilai NZ $ 26.000.000 (setara Rp 2,4 Milyar) yang dirilis oleh Perdana Menteri John Key, desain ini menyisihkan 4 pesaing utamanya dari total 10.000 entri lebih.

‘Silver Fern (berlatar Hitam, Putih dan Biru)’, didesain oleh perancang Kyle Lockwood, akan berhadapan dengan bendera yang sudah ada pada referendum ke-2 di bulan Maret, begitu menurut hasil awal yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum Selandia Baru, Jumat (11/12).

Salah satu pembuatnya telah menjelaskan filosofi dari desain akhir bendera ini secara . Ada 4 elemen yang mewakili keaslian Selandia Baru, sementara elemen ke-5 yang dijuluki ‘Red Peak’, yakni segitiga berwarna merah, biru, dan hitam yang mengelilingi lambang ‘Chevron’ dianggap hambar, suram, dan memalukan.

Desain lainnya yang juga tak kalah adalah lambang burung kiwi dengan sinar laser hijau yang menyorot dari matanya, sedang yang lainnya menampilkan gambar domba bersama dengan kerucut es krim.

Desainer Jesse Gibbs turut berkomentar, yang dalam pandangannya warga Selandia Baru menganggap lambang burung kiwi sebagai lambang keakraban. ‘”Kiwi as Bro”, katanya.

Di tengah arus bawah Republikanisme, mereka yang mencari perubahan mengatakan bahwa bendera awal yang pertama kali diadopsi pada tahun 1902 itu terlalu erat dengan sejarah Selandia Baru sebagai koloni Inggris, serta terlihat terlalu persis dengan bendera .

Di sisi lain, sebanyak 1,5 juta orang atau sekitar 48% dari para pemilih yang tergabung dalam referendum ternyata menentang dan membenci proses perubahan lambang bendera ini. Mereka mengatakan bahwa perang telah dimulai dan Selandia Baru telah mati di bawah bendera saat ini.

“Saya pikir itu (penggantian bendera) mutlak (digagas dari) limbah uang pembayar pajak dan saya tidak dapat melihat apapun untuk itu,” kata warga Wellington, Sue Parrott. “Saya tidak punya masalah dengan bendera saat ini, itu bagian dari warisan kita.”

Berbeda dengan pihak yang berkontra, PM John Key berpendapat bahwa bendera pakis perak tersebut dapat meningkatkan profil Selandia Baru secara yang ‘bernilai miliaran’ untuk negara berpenduduk 4,5 juta jiwa tersebut dalam jangka panjang.

Loading...