Perkuat MEA, ASEAN Songsong Liberalisasi dan Integrasi Pasar

Le Luong MinhSekjen ASEAN Le Luong Minh

Usai peluncuran Masyarakat (MEA) pada akhir tahun lalu, kini sepuluh negara di kawasan Tenggara mulai bekerja untuk memastikan aliran barang dan jasa yang lebih bebas di kawasan regional serta seluruh dunia. Liberalisasi ini akan diarahkan ke langkah-langkah perdagangan dan penanganan non-tarif.

Sekretaris Jenderal ASEAN, Le Luong Minh, Senin (30/5) kemarin mengatakan bahwa skema integrasi telah membantu ASEAN untuk melakukan liberalisasi pasar, yang telah dibuktikan dengan eliminasi “virtual” tarif barang yang diperdagangkan antara negara-negara anggota. “Penghapusan tarif hanya bagian dari liberalisasi pasar,” kata Minh.

“Upaya liberalisasi akan lebih diarahkan ke peningkatan fasilitas perdagangan dan penanganan non-tarif,” sambung Minh. “Di antaranya, pengenalan ASEAN Single Window, yang merupakan satu titik yang secara signifikan mampu mengurangi waktu dan biaya untuk impor maupun .”

Menurut Minh, protokol yang lebih komprehensif dan mengikat baru-baru ini juga telah ditandatangani oleh Menteri Keuangan masing-masing negara ASEAN. Skema ini juga didukung oleh ASEAN Agreement of Customs yang sudah berlaku sejak November 2014.

“Selain itu, langkah liberalisasi dan integrasi lainnya adalah ASEAN Trade Repository, serta pengakuan dan pengaturan yang harmonis,” tambahnya. “Melalui pengaturan ini, eksportir dapat melakukan pengujian dan sertifikasi produk mereka sebelum ekspor tanpa harus menjalani prosedur kesesuaian yang sama di negara tujuan impor.”

Langkah-langkah ini, sambung Minh, diharapkan mendapat sokongan peningkatan layanan keuangan daerah untuk mempromosikan liberalisasi dan fasilitas investasi lintas-batas. “Dengan didirikannya MEA, ASEAN memandang proses integrasi sebagai pekerjaan yang harus segera dilakukan,” tutup Minh.

Loading...