Peringkat Utang Naik, Rupiah Justru Melemah di Awal Dagang

Jakarta mengawali pagi hari ini, Kamis (6/4) dengan pelemahan tipis sebesar 0,02 persen atau 3 poin ke posisi Rp 13.323 per dolar AS. Garuda di saat indeks dolar AS yang menurun. Pagi ini dolar AS dibuka 0,09 persen ke 100,47. Pukul 07.12 WIB indeks dolar AS anjlok 0,16 persen ke level 100,40.

Sementara itu, kemarin, Rabu (5/4) rupiah berakhir terapresiasi 11 poin atau 0,08 persen ke Rp 13.320 per dolar AS usai bergerak di rentang angka Rp 13.318 hingga Rp 13.337 per dolar AS. Gerak rupiah dipengaruhi oleh sentimen notulensi The Fed.

Dalam notulensi FOMC menyebutkan bahwa sebagian besar petinggi The Fed mendukung perubahan kebijakan untuk mengurangi keuangan Federal Reserve. Di samping itu beberapa pejabat juga sepakat untuk menaikkan acuan tahun ini secara bertahap.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta, data ekonomi AS yang tak terlalu baik dan koreksi atas Trump Effect yang mendominasi telah mengakibatkan S&P 500 tertekan seiring dengan terjadinya penurunan pada yield US Treasury.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping dalam waktu mendatang juga sekaligus menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perang dagang dibandingkan stimulus fiskal. Kemarin rupiah berhasil bergerak positif lantaran adanya penguatan dan SUN. “Apalagi R&I juga merevisi proyeksi peringkat utang Indonesia dari stable menjadi positive. Ditunggu hari ini consumer confidence index,” jelas Rangga.

Kini fokus para pelaku sedang beralih ke rilis data tenaga kerja AS yang diserap perusahaan swasta pada Jumat besok yang akan sekaligus menjadi indikator fundamental ekonomi Amerika Serikat.

Loading...