Peringkat Utang Fitch Tak Membantu, Rupiah Anjlok di Akhir Selasa

Rupiah - www.liputan6.comRupiah - www.liputan6.com

Sempat rebound di pertengahan dagang, ternyata harus menutup transaksi Selasa (4/9) ini di zona merah meski peringkat utang Indonesia versi Fitch tetap bertahan di level layak . Menurut paparan Bloomberg Index pukul 15.51 WIB, mata uang Garuda terpantau melemah 120 poin atau 0,81% menuju level Rp14.935 per .

Sementara itu, Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.840 per , terdepresiasi 73 poin atau 0,49% dari sebelumnya di level Rp14.767 per AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,39% menghampiri won Korea Selatan.

Pada 2 September 2018 kemarin, lembaga pemeringkat Fitch Rating menetapkan peringkat Indonesia berada di level layak investasi atau BBB/outlook stabil. Fitch menilai kondisi eksternal Indonesia lebih kuat dibandingkan periode Taper Tantrum pada tahun 2013 yang merupakan hasil dari disiplin kebijakan fiskal dan langkah makro-prudensial yang meredam kenaikan tajam utang luar negeri swasta.

Namun, dari global, indeks dolar AS terus bergerak lebih tinggi pada hari Selasa, setelah ketegangan perdagangan global dan krisis mata uang negara berkembang memacu investor untuk mencari aset safe haven. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,093 poin atau 0,10% ke level 95,233 pada pukul 10.56 WIB, setelah kemarin berakhir flat di posisi 95,140.

Dilansir Reuters, pasar saat ini sedang dirundung keresahan akibat dampak kebijakan proteksionis ‘American First’ yang diusung Presiden Donald Trump. Pada Sabtu (1/9) waktu setempat, Trump telah menuturkan bahwa pihaknya tidak perlu menjaga Kanada dalam Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dan memperingatkan Kongres untuk tidak ikut campur dalam diskusi NAFTA atau dia akan mengakhiri perjanjian perdagangan trilateral tersebut.

“Kecemasan telah datang ke permukaan sebagai akibat dari berbagai masalah, termasuk tensi dagang AS-China serta ketidakpastian mengenai bagaimana pembicaraan NAFTA akan berakhir,” tutur analis senior di Sony Financial Holdings, Kumiko Ishikawa. “Jika hal-hal seperti itu, tidak ada langkah untuk menjual yen untuk mengambil risiko.”

Pergerakan dolar AS semakin mantap karena mata uang euro bergerak melemah menyusul rilis manufaktur zona Eropa. yang diumumkan Senin (3/9) kemarin menunjukkan perlambatan pertumbuhan manufaktur Benua Biru ke kisaran level terendah dua tahun pada bulan Agustus 2018, seiring dengan optimisme akibat ancaman perang perdagangan global yang kian menyusut.

Loading...