Periksa Keseluruhan Gigi, Ini Biaya Foto Panoramic di Biomedika

Foto Panoramic - en.wikipedia.orgFoto Panoramic - en.wikipedia.org

JAKARTA/BEKASI – Foto rontgen panoramic menjadi salah satu opsi terbaik untuk melihat secara keseluruhan hanya dengan satu kali . Ini sangat cocok bagi masalah seperti impacted, caries dentis, cystisis, hingga susunan yang tidak rata. Ada banyak gigi yang telah menyediakan foto panoramic, salah satunya Biomedika, dengan yang relatif terjangkau.

“Sebagian besar kelainan di gigi memang membutuhkan pemeriksaan radiografi terlebih dahulu,” ujar Dr. drg. Menik Priaminiarti, SpRKG (K), dokter gigi spesialis radiologi dari RS Pondok Indah, dilansir Kompas. “Pasalnya, hasil foto rontgen dapat memperlihatkan seluruh struktur tulang rahang dan gigi, termasuk bagian-bagian yang tidak terlihat melalui pemeriksaan langsung seperti gigi yang tidak dapat tumbuh.”

Salah satu radiografi yang paling sering dilakukan adalah pembuatan radiograf panoramic. Hasil foto panoramic ini diklaim dapat memberikan gambaran lengkap tentang rahang bagian atas dan bawah sekaligus, serta berbagai struktur anatomis yang berdekatan. ini biasanya dipakai untuk mengevaluasi gigi religi yang tidak tumbuh atau impaksi, seperti banyak kasus gigi bungsu.

Ada banyak klinik yang telah menyediakan layanan foto panoramic gigi. Klinik Biomedika misalnya, yang menyediakan rontgen gigi melalui teknik panoramic dengan biaya yang cukup terjangkau. Menurut penuturan beberapa pasien yang pernah melakukan rontgen ini, biaya foto panoramic gigi di Biomedika berkisar Rp150 ribuan per pasien.

Laboratorium Klinik Utama Biomedika Kedoya buka setiap hari Senin-Minggu dengan jam operasional yang berbeda-beda. Setiap Senin-Jumat, Bio Medika buka pukul 06.30-21.00 WIB, Sabtu 06.30-16.00 WIB, dan Minggu 08.00-14.00 WIB. Sementara, untuk jadwal rontgen, dilayani pada Senin-Jumat jam 07.00-21.00 WIB, Sabtu pukul 07.00-14.00 WIB, dengan jam istirahat pada 12.00-13.00 WIB.

“Sebenarnya, saat ini sudah ada teknik radiografi yang lebih baru dan akurat, yakni teknik radiografi tiga dimensi menggunakan cone beam computed tomography (CBCT),” sambung drg. Menik. “Teknik ini adalah dari CT Scan yang dikhususkan untuk kepala dan leher. CBCT dilakukan untuk mendiagnosis kasus kompleks yang tidak terlihat menggunakan teknik dua dimensi.”

Loading...