Perguruan Tinggi Top di Asia Tenggara jadi Incaran Perusahaan Global

Tokyo – Beberapa global terkemuka di dunia mulai melirik Tenggara sebagai lokasi untuk menjaring potensi keuntungan. Samsung Electronics, Toray Industries, dan Huawei Technologies misalnya, ketiga perusahaan besar ini telah menjalin kerjasama dengan universitas di .

Toray Industries yang bergerak di bidang industri kimia memilih Universiti Sains Malaysia sebagai universitas rekanannya. Perusahaan yang telah berusia lebih dari 40 tahun ini telah menjalin kerjasama dengan USM sejak 3 tahun belakangan. Meski begitu, hanya ada tak lebih dari 70 alumni USM yang kini bekerja di perusahaan tersebut.

Perusahaan Samsung asal bahkan telah membuka akademi ‘Internet of Things’ di Universiti Teknikal Malaysia Melaka pada April 2015 lalu. Tak ketinggalan, China Huawei Technologies yang juga menandatangani nota perjanjian kerjasama dengan perguruan tinggi yang sama pada bulan Juni 2015. Ada pula Sony dan Intel yang tak absen kehadirannya di Penang, Malaysia.

Beralih ke tetangga, Komatsu sebagai perusahaan alat berat terbesar ke-2 di dunia, memilih Indonesia sebagai lahan produktifnya. Demi meningkatkan mesin pertambangan di Indonesia, Komatsu menjalin kemitraan dengan 2 universitas terpilih di Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada dan Institut Teknologi Bandung.

“Kami ingin mengumpulkan bakat yang kuat dan meningkatkan tingkat operasi lokal kami,” ujar salah seorang pejabat perusahaan Komatsu.

Sedikit berbeda, Perusahaan asal Amerika seperti Microsoft dan Oracle tampaknya lebih memilih Filipina yang masyarakatnya dianggap lebih fasih berbahas Inggris. Untuk menjaring insinyur-insinyur yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan mereka, Microsoft dan Oracle kini telah bermitra dengan Mapua Institute of Technology.

Dari hasil survei yang dilakukan oleh Nikkei di tahun 2015 lalu, sekitar 80-an perusahaan besar asal Jepang telah berekspansi melalui kerjasama dengan universitas-universitas di Asia. Porsi terbesar masih diduduki oleh Cina sebagai negara yang paling diminati oleh Perusahaan Jepang. Sedangkan di Asia tenggara, Thailand dan Singapura masih menjadi negara terfavorit dengan jumlah mencapai 17% dari keseluruhannya.

Jepang disebutkan telah meluncurkan sebuah kerangka kerja untuk menyatukan perusahaan dengan perguruan tinggi pada bulan Desember 2015 lalu. Terhitung ada 18 anggota Jepang yang terdiri dari perusahaan besar, perguruan tinggi, dan Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang. Dalam kerangka kerja ini, ada 8 universitas di Asia tenggara yang turut ambil bagian.

Kemitraan perusahaan dengan perguruan tinggi ini dilihat sebagai potensi mengembangkan sekaligus untuk menjaring tenaga kerja terbaik bagi pihak perusahaan. Universitas di negara-negara berkembang asia tenggara ini pun menanggapi dengan senang karena mereka bisa menjadi bagian dari era globalisasi.

Loading...