Pergerakan Rupiah Minggu ini diprediksi Suram

rupiahPergerakan tampaknya akan terus dibayangi pelemahan minggu ini. Pada sesi awal perdagangan pagi ini (4/5) langsung jatuh di level 13.000. Menurut pantauan , Rupiah turun hingga ke posisi Rp 13.018 perDolar Amerika pada pukul 09.00 pagi. Sementara Menurut referensi (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate), Rupiah berada pada posisi Rp 13.021 perdolarnya atau sejauh 0,65% dari posisinya pada penutupan minggu lalu.

Rupiah tertekan oleh sentiment negatif yang muncul setelah rilis dilakukan. Penguatan Dollar Amerika sendiri sebenarnya sempat tertahan karena belum adanya ekonomi yang terbilang cukup baik dari negeri Paman Sam tersebut, juga akibat pelemahan tajam akibat kebijakan (Bank of Japan) yang mendorong terjadinya inflasi di Jepang. Untuk sementara kabar yang paling ditunggu pagi ini adalah manufaktur China yang diperkirakan tetap bertahan di bawah angka 50.

Menurut Pakar Riset Samuel Sekuritas Indonesia, Peluang penguatan Amerika Serikat pada minggu ini masih sangat besar. Faktor internal yang juga melemahkan Rupiah adalah rilisan hasil angka inflasi bulan April yang diumumkan hari ini. Angka inflasi bulan lalu diperkirakan naik mencapai 6,6% hingga 6,8% akibat adanya kenaikan harga BBM yang terjadi di bulan Maret lalu. Laju inflasi yang meningkat ini berpeluang untuk menambah tekanan terhadap Rupiah, meskipun sifatnya masih temporer. “Selain inflasi, angka PDB (Produk Domestik Bruto) triwulan pertama juga ditunggu di tengah minggu ini. (Hasilnya) diperkirakan kurang baik sehingga secara umum keuangan (masih) akan diliputi oleh sentimen negatif,” ujar salah satu perwakilan Samuel Sekuritas Indonesia.

Loading...