Perekonomian Lesu, PHK Besar-besaran bisa terjadi di Indonesia

20140624_rupiah_afpPantauan pergerakan dalam 1 minggu terakhir disimpulkan masih bergerak di zona merah. kali ini tidak sendirian, karena mayoritas dunia juga mengalami hal sama terkait penguatan Amerika Serikat yang terus terjadi dari hari ke hari. Mengutip data dari Indeks , Rupiah minggu ini dibuka di level Rp 13.336 per (15/6). Sementara jika berdasar pada data rilisan Yahoo Finance, menyebutkan bahwa Rupiah dibuka pada posisi Rp 13.338 per Dolar Amerika, hanya berjarak 2 basis poin.

Keesokan harinya, Selasa (16/6), Rupiah sedikit posisinya dengan dibuka pada level Rp 13.329 per Dolar Amerika. Posisi ini kembali pada hari Rabu (17/6), saat itu Rupiah dibuka pada posisi Rp 13.344 per Dolar Amerika. Di hari Kamis (1/6), Rupiah muncul ke permukaan dengan sedikit menguat ke level Rp 13.343 per USD, hingga akhirnya sampai ke level Rp 13.313 per Dolar Amerika pada hari Jumat (19/6).

Pelemahan Rupiah akhir-akhir ini membuat ekonomi menyentuh level terendahnya sejak 6 tahun terakhir. Jumlah pengangguran yang tercatat mencapai angka 5,81% pada bulan februari lalu menambah suasana suram pada eksekutif bisnis, perusahaan perekrutan, serta bagi para pencari kerja di tanah air. “Pemerintah tidak memiliki blueprint untuk penyerapan tenaga kerja,” ujar Hariyadi Sukamdani, ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia yang kini sedang menekuni bisnis properti. “Jika kondisi ini dibiarkan terus, bukannya bonus demografi yang akan kita dapatkan, tetapi bencana demografi. Mungkin (akan) ada gejolak sosial dan tingkat kejahatan yang lebih tinggi.” Lanjutnya.

Loading...