Peredaran Bebas & Mudah Didapat, Asam Sulfat 98 Dibanderol Harga Terjangkau

Asam Sulfat - bepurnama.blogspot.comAsam Sulfat - bepurnama.blogspot.com

Bahan atau zat-zat kimia jika digunakan tidak pada tempatnya atau tidak sesuai dengan peruntukannya justru akan membawa dampak yang cukup berbahaya. Misalnya saja asam sulfat atau sulfuric acid (H2SO4). Asam sulfat murni kadar 98% dengan sekitar Rp 70 ribuan per 500 ml pada dasarnya memiliki fungsi beragam, mulai dari untuk bahan percobaan di hingga untuk membuat pupuk fosfat maupun detergen.

Tak cukup sampai di situ, asam sulfat dalam jumlah besar biasanya dimanfaatkan oleh besi dan baja untuk menghilangkan oksidasi, karat, dan kerak air sebelum ke industri otomotif, untuk industri kertas, hingga untuk membuat nilon.

Tetapi, jika jatuh ke tangan orang yang salah, maka asam sulfat atau yang kerap disebut air keras ini justru bisa berubah menjadi senjata yang efeknya mematikan. “Kalau kena tangan bisa rusak, makanya pakai botol kaca,” kata salah satu penjual di kawasan Jalan Kelayan, Banjarmasin Tengah, seperti dilansir Prokal.

air keras sendiri pada dasarnya ada bermacam-macam, antara lain asam sulfat, asam formiat, dan asam florida. Menurut Ketua Prodi Kimia di Fakultas FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Dr Atiek Winarti MSc, yang kerap digunakan oleh para penjahat atau pelaku penyiraman biasanya adalah asam. Apabila cairan itu mengenai tubuh manusia pun dampaknya cukup mengerikan.

“Tergantung dari konsentrasi kepekatan cairannya. Cairan murni asam konsentrasinya sampai 98 persen,” kata Dr Atiek Winarti MSc. Apabila konsentrasi kepekatannya semakin kecil, maka yang ditimbulkan juga semakin minim. Biasanya ada yang mengalami seperti gatal-gatal, tetapi bila konsentrasi atau kadarnya tinggi bisa menghancurkan daging manusia. “Bisa merusak protein, karena tubuh manusia itu terdiri dari protein,” paparnya.

Atiek menjelaskan, air keras biasanya dipakai oleh para karet untuk menggumpalkan lateks atau karet. Oleh sebab itu untuk mendapatkan air keras pun relatif mudah. Terlebih belum ada regulasi yang mengatur peredarannya. “Biasanya kalau yang digunakan itu sudah dicampur dengan air, sehingga kepekatannya berkurang, karena kalau asam murni itu membawanya harus menggunakan tempat kaca berwarna hitam,” beber Atiek.

Loading...