Rabu Sore, Rupiah Berakhir Melonjak Tajam 1,19%

Rupiah - www.businesstimes.com.sgRupiah - www.businesstimes.com.sg

JAKARTA – mampu bertahan di area hijau pada Rabu (4/3) sore, seiring dengan penguatan mata uang memanfaatkan momentum penurunan The Fed yang mengirim ke zona merah. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.55 WIB, mata uang Garuda menguat 170 poin atau 1,19% ke level Rp14.113 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.171 per dolar AS, melonjak 51 poin atau 0,36% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.222 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, hampir semua mata uang Benua Asia bergerak lebih tinggi terhadap greenback, kecuali rupee India dan yen Jepang yang harus melemah masing-masing 0,77% dan 0,20%.

“Kejutan dari Federal Reserve yang memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 1-1,25% membantu memulihkan penguatan rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini,” tutur Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, seperti dilansir Antara. “Respon dari The Fed ini juga diartikan bahwa wabah sangat serius memberikan dampak negatif ke perekonomian.”

Jika mata uang Benua Kuning mendapatkan suntikan positif dari penurunan suku bunga The Fed, tidak demikian dengan indeks dolar AS. Mata uang Paman Sam harus bergerak lebih rendah pada hari Rabu setelah penurunan suku bunga darurat, memicu lebih banyak kecemasan tentang dampak virus corona. Dolar AS terpantau melemah 0,087 poin atau 0,09% ke level 97,240 pada pukul 12.14 WIB.

Seperti dilansir Reuters, greenback juga diperdagangkan mendekati level terendah dalam hampir dua tahun terhadap franc Swiss ketika investor berbondong-bondong ke aset safe haven karena penurunan suku bunga dianggap tidak cukup untuk mengimbangi risiko yang ditimbulkan oleh virus corona. Kekecewaan semakin besar setelah Kelompok G7 tidak memberikan tanggapan spesifik mengenai perlambatan yang disebabkan coronavirus.

“G7 dan The Fed tidak cukup untuk mendukung pasar,” kata kepala mata uang di Mizuho Securities di Tokyo, Masafumi Yamamoto. “Pemotongan suku bunga Fed ini buruk untuk dolar AS terhadap yen, sebagian karena imbal hasil keuangan sekarang sangat rendah. Kelemahan dolar AS juga tercermin dalam euro, karena The Fed kemungkinan akan mengurangi (suku bunga) lebih dari ECB.”

Loading...