Perdagangan Mata uang Asia Lesu, Rupiah Tak Bisa Berkutik

REZA PRIYAMBADAMata uang Garuda pagi ini dibuka melemah seiring dengan lesunya pergerakan mata uang di kawasan Asia. dibuka melemah sebesar 39 basis poin atau setara 0,29% ke level Rp 13.772 per AS pada pembukaan pagi, (21/10).

Kepala Riset NH Securities Indonesia Reza Priyambada memperkirakan bahwa babak pelemahan Rupiah masih akan berlanjut seiring penurunan mentah dunia dan sejumlah komoditas lainnya. “Sehingga hal itu memberi kesempatan (pada) Dolar untuk bergerak naik,” tuturnya dalam kutipan riset yang diterima pagi ini.

Sebelumnya, nilai tukar Rupiah telah sempat sebesar 166 poin atau setara 1,23% pada penutupan perdagangan di hari Selasa kemarin (21/10). Rupiah harus rela kembali pada level Rp 13.703/ pada akhir sesi perdagangan. Rupiah bahkan hanya mampu singgah di level tertinggi Rp 13.591 per Dolar AS.

Masih menurut Reza, pelemahan Rupiah masih tak bisa dilepaskan dari fenomena Greenback pekan lalu yang juga ditopang dengan berkurangnya sentimen positif terhadap Rupiah.

“Adanya rilis kenaikan NAHB housing market index AS sebelumnya yang dibarengi dengan pelemahan laju harga minyak mentah dunia seiring ekspektasi meningkatnya supply memberikan semangat bagi laju US untuk dapat menguat dan Rupiah pun terkena imbas negatifnya,” Perjelas Reza dalam hasil Risetnya.

Loading...