Perdagangan Lengang, Rupiah Melemah di Rabu Sore

Rupiah - m.harianjogja.comRupiah - m.harianjogja.com

JAKARTA – gagal mengatrol posisi ke zona hijau pada transaksi Rabu (11/9) sore ketika kondisi perdagangan cenderung lengang di tengah fokus investor yang mengarah pada pertemuan . Menurut catatan Index pada pukul 15.58 WIB, Garuda melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.060 per AS.

Sementara itu, dari global, indeks dolar AS terpantau menguat tipis pada hari Rabu, ketika fokus utama investor tertuju pada pertemuan sejumlah bank sentral besar, termasuk European Central Bank (ECB) dan Bank of Japan. Mata uang Paman Sam naik cuma 0,036 poin atau 0,04% ke level 98,362 pada pukul 13.12 WIB, melanjutkan tren positif di awal transaksi.

Seperti diberitakan oleh Reuters, fokus investor untuk saat ini berpusat pada pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis (12/9) waktu setempat, yang diprediksi akan mendorong lebih jauh ke wilayah negatif. ECB juga dapat menyesuaikan sikapnya untuk keputusan yang akan datang oleh dan Bank of Japan minggu depan, serta untuk daya tarik aset berisiko global.

Untuk saat ini, sentimen positif masih menopang aset berisiko, setelah krisis politik yang membuat pasar terpuruk, dari Inggris ke Hong Kong, mereda, menghilangkan pamor aset safe haven. Namun, masih terdapat tanda-tanda perlambatan global, yang telah mengimbangi perkembangan positif baru-baru ini dalam rencana negosiasi perdagangan AS-China.

“Perdagangan hari ini akan berlangsung dengan lengang, dengan beberapa dukungan untuk aset berisiko, karena rotasi siklus yang lebih luas berlanjut,” ujar analis Australia and New Zealand Banking Group mengatakan dalam sebuah catatan. “Spekulasi tentang apakah ECB akan memberlakukan program QE (quantitative easing) baru pada hari Kamis terus berkurang dan mengalir.”

Pembuat kebijakan ECB dikatakan lebih condong ke arah paket yang mencakup penurunan suku bunga, janji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama, dan kompensasi untuk bank atas efek samping suku bunga negatif. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa bank sentral global mencapai batas opsi stimulus mereka, terutama yang memiliki tingkat bunga negatif dan hasil obligasi negara jangka panjang di bawah nol.

Loading...