AS-Iran Masih Panas, Rupiah Malah Rebound di Awal Selasa

Rupiah - www.jitunews.comRupiah - www.jitunews.com

JAKARTA – mampu rebound pada perdagangan Selasa (7/1) pagi, di tengah memanasnya hubungan AS dan Iran. Menurut paparan Bloomberg Index, mata uang Garuda mengawali dengan menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.934 per AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 14 poin atau 0,10% di posisi Rp13.944 per AS pada hari Senin (6/1) kemarin.

“Pelemahan rupiah yang terjadi kemarin dipicu oleh memanasnya kondisi setelah AS menyerang Iran di kawasan ,” tutur analis Monex Investindo, Ahmad Yudiawan, dilansir Kontan. “Selain itu, masih menantikan kepastian perjanjian perdagangan AS-China yang direncanakan pertengahan Januari ini.”

Hampir senada, ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan bahwa pergerakan rupiah pada hari Selasa masih akan dibebani oleh sentimen geopolitik hubungan AS dan Iran. Selain itu, PMI Composite dan Service AS juga masih dinantikan oleh pasar. Sementara, dari dalam negeri, yang dirilis Rabu (8/1) diharapkan dapat menjadi pendorong rupiah.

“Kalau memang ini terus memanas dan saling mengancam untuk berbalas, ketidakpastian masih relatif tinggi sehingga investor akan pindah ke aset-aset yang cenderung aman seperti emas, euro, US treasury, dan yen. Akhirnya, sebagian besar mata uang Asia juga akan melemah terhadap dolar AS,” papar Josua. “Pada hari ini, rupiah masih akan melemah di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.000 per dolar AS.”

Sedikit berbeda, analisis CNBC Indonesia menunjukkan bahwa rupiah berpotensi mengalami penguatan pada transaksi hari ini. Pasalnya, tanda-tanda apresiasi mata uang Garuda sudah tampak di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot. Karena itu, kurs di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Berdasarkan data yang dikutip dari Refinitiv, pada pukul 07.20 WIB, posisi satu pekan mata uang Garuda berada di level Rp13.911,5 per dolar AS, atau naik dibandingkan hari kemarin pukul 15.52 WIB di level Rp13.934,2 per dolar AS. Sementara, dalam periode satu bulan, rupiah juga naik dari Rp13.976,5 per dolar AS menjadi Rp13.950 per dolar AS.

Loading...