Perbankan Singapura Bantah Tahan Dana WNI yang Ingin “Pulang Kampung”

membantah pemberitaan di beberapa media yang mengatakan bahwa pihaknya berusaha menggagalkan tax amnesty pajak di Indonesia. Sebelumnya, perbankan di Singapura dikabarkan akan memberikan tawaran membebaskan deklarasi sebesar 4 persen agar para WNI tidak melakukan repatriasi.

“Singapura tidak memotong tax rates atau mengganti kebijakan kami dalam merespon program tax amnesty Indonesia,” tulis Kementerian Keuangan Singapura (MOF) dan Otoritas Moneter Singapura (MAS) dalam rilis resmi mereka. “Kami mengikuti internasional dalam memerangi pencucian uang dan pertukaran .”

Masih dalam rilis yang sama, Singapura juga berpendapat bahwa pihaknya siap membantu jika ada kasus dugaan pengemplangan pajak. “Kami tidak akan melindungi uang dari penggelapan pajak,” sambung mereka.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, , menilai bahwa kebijakan yang dilakukan perbankan Singapura dengan memberikan insentif kepada WNI yang ingin membawa dananya kembali ke Indonesia adalah sesuatu yang wajar. “Perbankan di Singapura jelas tidak ingin kehilangan dana milik orang kaya Indonesia,” kata Darmin.

“Tawaran dari Singapura juga cukup menggiurkan,” lanjutnya. “Namun, apa yang didapat calon peserta tax amnesty dengan melakukan repatriasi akan lebih besar. Sebab, pemerintah tengah menyiapkan berbagai insentif.”

Ditambahkan Darmin, pemerintah bersama regulator terkait seperti Otoritas Jasa Keuangan () dan , sudah berkoordinasi untuk memperbanyak suplai instrumen . “Insentif tax amnesty itu sendiri sudah cukup. Namun akan lebih baik ada instrumen penempatan lainnya, baik di keuangan maupun langsung,” tutup Darmin.

Loading...