Perang Harga dan Inovasi, Berapa Tarif Taksi di Surabaya?

Taksi Grab - www.cnnindonesia.com

Sebagai salah satu kota metropolitan di , Surabaya kini tidak hanya digempur dengan ojek online. Namun, di kota berjuluk Kota Pahlawan tersebut, kini juga mulai marak ditemui online, seperti Grab dan juga Uber.

Grab, yang sudah beroperasi di Indonesia sejak Juni 2014 lalu, fokus pada tiga pilar utama, yaitu keamanan, kepastian, dan kecepatan. “Melalui aplikasi Grab, kami secara efisien dapat mengirimkan para pengemudi untuk menjemput para yang membutuhkan layanan tersebut,” jelas Marketing Director Grab Indonesia, Mediko Azwar.

tidak perlu khawatir mengenai keselamatan dan keamanan ketika menggunakan layanan Grab,” sambung Azwar. “Pasalnya, seluruh pengendara sudah diwajibkan mengikuti pelatihan berkendara aman sebelum mereka dapat mengantarkan . juga dapat mengakses nomor plat kendaraan di aplikasi.”

Sementara itu, aplikasi Uber dirancang berbasis peta dan mudah digunakan oleh penumpang, mitra, dan pengemudi. Uber juga berusaha menghadirkan mobilitas yang aman, nyaman, dan terjangkau. Sebelum memulai perjalanan, penumpang bisa melihat nama, foto, dan plat kendaraan, serta pengemudinya. “Kami terus melakukan inovasi untuk memuaskan konsumen,” kata Head of Communications Uber, Dian Safitri.

Meski diserbu layanan taksi online, namun taksi konvensional seperti Blue Bird juga masih eksis di Surabaya. Agar tidak kalah bersaing dengan layanan taksi online, Blue Bird juga terus meluncurkan program, salah satunya dengan aplikasi My Blue Bird yang memiliki berbagai kelebihan yang tidak dipunyai taksi online.

“Versi terbaru My Blue Bird punya berbagai kelebihan, di antaranya bisa melihat taksi terdekat, ada navigasi untuk mengetahui posisi, estimasi biaya, dan bisa share perjalanan ke keluarga atau teman,” papar GM Blue Bird Area Surabaya, Kurniawan. “ juga bisa tunai maupun non-tunai dengan kartu kredit atau e-voucher.”

Lalu, bagaimana dengan masalah ? Secara umum, taksi online di Surabaya bisa dikatakan masih lebih murah dibandingkan taksi konvensional. GrabTaxi misalnya, mematok minimal mulai Rp15.000, sedangkan taksi UberX adalah Rp3.000 untuk biaya awal, Rp320 per menit, dan Rp2.000 per km, dengan biaya minimum Rp10.000.

Loading...