Perang di Hudaidah, Lima Juta Anak di Yaman Terancam Kelaparan

Anak di Yaman Terancam Kelaparan - www.trtworld.comAnak di Yaman Terancam Kelaparan - www.trtworld.com

YAMAN – Lebih dari lima juta anak-anak di Yaman terancam mengalami bahaya kelaparan karena yang belum usai membuat barang-barang kebutuhan melonjak. Save the Children International memperingatkan bahwa seluruh generasi menghadapi kematian dan ‘kelaparan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya’ jika pertempuran di pelabuhan Hudaidah tidak segera berakhir.

“Jutaan anak di Yaman tidak tahu kapan atau apakah mereka berikutnya akan datang,” kata Helle Thorning-Schmidt, kepala Save the Children International, pada Rabu (19/9) kemarin, dilansir TRT World. “Perang ini berisiko membunuh seluruh generasi anak-anak Yaman yang menghadapi berbagai ancaman, mulai dari bom hingga kelaparan serta seperti kolera.”

Situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan sedang diperparah oleh pertempuran di kota pelabuhan Hudaidah, yang mengancam aliran bantuan ke tersebut, termasuk pasokan makanan dan bakar. Terletak di pantai Laut Merah Yaman, kota pelabuhan Hudaidah dikendalikan oleh para pemberontak dan diblokade oleh Arab Saudi dan sekutunya. Di sebuah rumah sakit di Abs, sebelah utara Hudaidah, anak-anak terlihat menangis ketika dirawat oleh , seorang fotografer AFP melaporkan.

The World Food Programme (WFP) tahun lalu mengatakan makanan telah menjadi ‘senjata perang’ di Yaman, ketika pertempuran, kolera, dan kelaparan telah menciptakan apa yang disebut PBB sebagai ‘krisis kemanusiaan terburuk di dunia’. Setelah mengidentifikasi empat juta anak-anak dalam bahaya kelaparan, Save the Children mengatakan ada tambahan satu juta orang yang bisa menghadapi kelaparan saat pertempuran Hudaidah meningkat.

Harga makanan di beberapa bagian negara telah mengalami kenaikan berlipat ganda hanya dalam beberapa hari. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini mengatakan harga makanan naik tajam 68 persen sejak 2015, ketika sebuah koalisi militer regional yang dipimpin oleh Arab Saudi bergabung dengan pemerintah melawan pemberontak Houthi. Badan pangan PBB memperingatkan bahwa waktu sudah habis bagi kelompok bantuan untuk mencegah kelaparan ‘merusak’ negara yang dilanda perang itu.

PBB menambahkan bahwa pertempuran besar apa pun di Hudaidah dapat menghentikan distribusi makanan ke hingga delapan juta warga Yaman yang mencoba untuk bertahan hidup. Hampir 80 persen impor Yaman datang melalui pelabuhan ini, termasuk banyak bantuan kemanusiaan. Selain itu, perekonomian negara dan populasi 22 juta orang juga bergantung hampir sepenuhnya pada impor.

Bentrokan mematikan sendiri masih berlanjut pada Senin (17/9) malam di sekitar Hudaidah setelah pembicaraan yang disponsori PBB di Jenewa bulan ini gagal. Pejabat PBB sekarang berusaha mencari solusi untuk pertempuran Hudaidah. Direktur WFP, David Beasley, memperingatkan bahwa ‘waktu sudah habis’ bagi kelompok bantuan untuk menjaga Yaman dari bahaya kelaparan yang menghancurkan.

WFP mengatakan bahwa titik masuk baru sangat dibutuhkan untuk membawa bantuan pangan kemanusiaan dan impor komersial untuk mengatasi apa yang disebut mereka sebagai ‘krisis kelaparan yang semakin besar’. Utusan PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, berada di Riyadh pada hari Rabu setelah kunjungan tiga hari ke Yaman yang bertujuan memulai kembali perundingan antara pemerintah Presiden Abedrabbo Mansour Hadi dan Houthi. Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman, Lise Grande, juga berada di Hudaidah, menurut sumber militer Yaman yang berpangkat tinggi.

Loading...