Perang dan Tolak Globalisme, Pidato Trump yang ‘Ditertawakan’

Pidato Presiden Donald Trump - www.voaindonesia.comPidato Presiden Donald Trump - www.voaindonesia.com

Dalam pidatonya di depan Majelis Umum pada Selasa (25/9) waktu setempat, Presiden AS, , secara garis besar menyinggung tiga topik utama, yaitu American First, perang, dan nasionalisme. Pidato Trump sendiri sempat menjadi bahan tertawaan para pemimpin yang hadir, yang kemudian menjadi olok-olokan Paman Sam.

Seperti dilansir TRT World, jika disimpulkan dalam , Trump dalam pidatonya menyebutkan Israel sebanyak 4 kali, Iran sebanyak 15 kali, China sebanyak 4 kali, sebanyak 10 kali, patriotisme sebanyak 9 kali, militer sebanyak 7 kali, dan globalisme atau birokrasi sebanyak 7 kali. Sementara, hak manusia dan Palestina tidak disebutkan sama sekali alias nol.

Gagasan bahwa ada jaringan global orang-orang transnasional, pembuat kebijakan, politisi, dan birokrat PBB yang bertujuan untuk menyatukan dunia di bawah satu set nilai tidak hanya telah menjadi tema kuat di kalangan konservatif Amerika, tetapi juga di kalangan konservatif di seluruh dunia. Namun, banyak ide-ide ini yang diremehkan oleh Trump, yang justru sebagian besar telah muncul dari AS sendiri dan menyebar melalui PBB. Selain itu, ide-ide inilah yang telah mengakar-kuatkan kekuatan Amerika secara global.

“Sudah diterima secara luas bahwa tatanan dunia liberal saat ini diantar masuk melalui pembentukan PBB pada 1940-an,” tulis Elis Gjevori, produser di TRT World. “Sekarang, di bawah Trump, apakah AS menganjurkan suatu tatanan dunia baru yang tidak liberal? Apakah negara yang paling kuat di dunia berusaha membangun kembali dunia dengan memberdayakan arus panjang yang tidak aktif, dan arus nasionalisme yang mendasari dan populisme sayap kanan?”

Di sisi lain, retorika Trump juga menargetkan Iran. Ancaman terhadap kedaulatan secara aneh dicampur dengan penghormatan total terhadap kedaulatan. Disebutkan 15 kali dalam pidato Trump, Iran tidak diberikan rasa hormat yang sama seperti apa yang ditawarkan kepada Israel. Trump pun mengumumkan bahwa AS akan memberlakukan sanksi tambahan mulai 5 November, dengan tekanan signifikan pada negara-negara yang mengimpor mentah Iran. “AS berkomitmen untuk masa depan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu,” dalih Trump.

Sebelumnya, Trump juga sempat mengatakan bahwa sebagai pengakuan atas setiap negara berdaulat untuk menentukan modal sendiri, ia memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel ke Yerusalem. Tidak disebutkan bahwa Palestina mungkin juga memiliki klaim yang berdaulat atas tanah, dan menurut konsensus internasional dan banyak resolusi PBB, klaim Palestina yang kuat.

Selain itu, Trump juga tidak luput menyerang China, yang secara konsisten telah disalahkan untuk masalah-masalah perdagangan di AS, termasuk hilangnya pekerjaan AS dan deindustrialisasi yang telah menimpa Paman Sam. Trump menuduh China melakukan praktik perdagangan yang tidak adil dan penggunaan ‘perencanaan industri yang dijalankan dan perusahaan milik negara’ telah melemahkan kapitalis global dalam kaitan yang tidak begitu terselubung di China.

Sebuah pidato di Majelis Umum PBB adalah kesempatan untuk berbicara kepada para pemimpin dunia. Banyak elemen dari pidato Donald Trump yang memiliki kesamaan dengan yang dia buat untuk basis politiknya sendiri. Pernah sebagai pebisnis, Trump telah menetapkan, seperti yang jelas dalam pidatonya, bahwa PBB memiliki sedikit nilai untuknya.

Loading...