Harga Emas Terus Menurun, Ini Faktor Penyebabnya

Harga emas mengalami penurunan - antaranews.com

JAKARTA – Setelah naik pesat pada semester pertama 2020 lalu, emas terus berbalik turun pada awal 2021 ketika vaksinasi -19 massal dilakukan oleh banyak negara di dunia. Dilansir dari TRT World, setidaknya ada tiga logam mulia melemah, yakni menurunnya permintaan dari bank sentral, pasar yang lesu, dan berkurangnya minat investor.  

Sejak banyak negara memulai kampanye vaksinasi massal melawan virus , harga emas cenderung anjlok. Rekor terendah dicapai Agustus lalu pada level 2.070 dolar AS per ounce, ketika ketidakpastian dan sosial mendatangkan malapetaka di seluruh dunia karena pandemi. Meski demikian, harga logam tersebut diperkirakan masih bisa mencapai rata-rata 2.063 dolar AS per ounce tahun ini.

Pada 19 Februari kemarin, harga emas sekitar 1.770 dolar AS per ounce, sekitar enam persen penurunan sejak awal tahun ini. Sebelumnya, pada tahun 2020, harga emas terus naik hampir 22 persen karena banyak negara mencoba membendung kejatuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19 melalui paket stimulus dan dana talangan untuk bisnis.

Analisis Bank of America mengatakan, ada tiga hambatan utama yang dihadapi pasar emas yang harus terus dipantau. Faktor pertama adalah permintaan fisik yang melemah. Sementara pembelian emas oleh bank sentral secara tradisional mendorong harga di pasaran, bank tersebut menggarisbawahi bahwa ada tanda-tanda permintaan yang memudar.

Pandemi virus corona menyebabkan turunnya permintaan emas oleh bank sentral dunia, anjlok hampir 60 persen pada tahun 2020 menurut Dewan Emas Dunia (WGC). Pada kuartal keempat 2020 saja, bank sentral ‘hanya’ membeli bersih 44,8 ton emas, dibandingkan sekitar 140,7 ton setahun sebelumnya.

Kinerja emas yang kurang baik selama setahun belakangan menyebabkan peningkatan dalam portofolio cadangan, membuat beberapa bank sentral melihat ‘waktu yang tepat untuk memperoleh likuiditas guna mendukung ekonomi mereka’ selama pandemi. WGC mencatat, tujuh bank sentral di seluruh dunia menurunkan cadangan emas mereka selama tahun 2020.

Faktor berikutnya adalah pandemi yang terus memukul penjualan perhiasan di seluruh dunia, terutama di , salah satu pasar terbesar di dunia. Pada paruh pertama tahun lalu, permintaan global untuk perhiasan turun 46 persen secara tahunan menjadi 572 ton. Tahun 2020, total permintaan tahunan untuk potongan emas 34 persen lebih rendah dari tahun sebelumnya, yang menandai rekor minimum tahunan dalam sejarah.

Minimnya minat investor terhadap pasar fisik tradisional juga menjadi salah satu penyebab turunnya harga emas dalam beberapa bulan terakhir. Setelah aliran masuk secara terus-menerus pada paruh pertama tahun 2020, aset yang dikelola di Exchange Traded Funds (ETF) yang didukung secara fisik terus menurun. “Karena investor putus asa, pasar emas berjuang untuk menentukan harga dalam refleksinya,” catat Bank of America.

Di sisi lain, peningkatan peluncuran vaksinasi Covid-19 telah mendorong ekspektasi ekonomi yang positif. parlemen AS mempertimbangkan paket stimulus fiskal 1,9 triliun dolar AS, yang telah meningkatkan ekspektasi .  Bagi banyak investor, kenaikan suku bunga dapat membuat atau aset keuangan lain lebih menarik daripada emas.

Loading...