Penutupan Pemerintah AS, Rupiah Justru Loyo di Awal Pekan

Rupiah Melemah

Meski penutupan pemerintah (shutdown government) AS sudah memasuki hari kedua, namun hal tersebut tampaknya tidak berdampak positif pada pergerakan rupiah. Seperti dipaparkan Bloomberg Index, Garuda justru membuka hari ini (22/1) dengan melemah 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.328 per . Sebelumnya, spot mampu ditutup menguat 31 poin atau 0,23% di posisi Rp13.316 per pada akhir pekan (19/1) kemarin.

Government shutdown dalam pemerintahan AS adalah penutupan sejumlah lembaga non-esensial karena belum adanya kesepakatan mengenai federal untuk tahun fiskal berikutnya. Meski demikian, hal tersebut bisa berdampak pada penutupan sementara Departemen Perdagangan, Departemen Ketenagakerjaan, Departemen , Departemen Energi, dan NASA.

Perlu diketahui, rencana anggaran pengganti yang diajukan pemerintah AS gagal terealisasi akibat tidak lolos dari voting yang dilakukan di Senat pada Jumat kemarin. Ketika itu, lebih dari 40 senator memilih tidak meloloskan rencana anggaran tersebut. Padahal, syarat agar anggaran tersebut dapat digunakan adalah mendapat persetujuan 60 senator dari 100 senator yang ada.

“Pada dasarnya, pemerintah AS masih bisa merundingkan kembali masalah mereka dengan Senat, sehingga cepat atau lambat, rencana anggaran pengganti yang diajukan dapat disetujui,” ujar Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual, seperti dikutip Kontan. “Dulu, saat pemerintahan Obama, juga pernah terjadi seperti ini, tetapi masalahnya bisa segera terselesaikan.”

Menurut kabar terbaru, Presiden Donald Trump menyerukan penerapan konstitusi baru, atau dikenal sebagai nuclear option (opsi nuklir) untuk mengakhiri penutupan pemerintah AS. Opsi nuklir adalah prosedur parlementer yang memungkinkan Senat AS untuk mengesampingkan sebuah yang mengharuskan suara super-mayoritas 60 suara untuk meloloskan sebuah undang-undang.

“Fokus utama pelaku pasar sebenarnya masih mengenai dampak kebijakan pemangkasan pajak dan kenaikan AS, selain menanti data ekonomi yang akan menggambarkan sukses atau tidaknya kebijakan pemerintah Paman Sam,” sambung David. “Untuk hari ini, karena sentimen domestik masih minim, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp13.290 sampai Rp13.350 per AS.”

Loading...