Penurunan Cadangan Valas China Giring Sentimen Negatif bagi Rupiah

kipas-dollarrupiahRupiah diprediksi masih akan bergerak loyo sepanjang hari ini. Arus depresiasi terhadap AS diperkirakan masih belum bisa dihindari. “Tetap cermati sentimen yang akan dirilis, di mana dapat berimbas negatif pada laju Rupiah,” sebut Reza Priyambada, Kepala Riset PT NH Securities di Jakarta, pagi ini (8/9).

Reza juga menuturkan bahwa belum adanya sentiment positif yang meniringi menyebabkan Rupiah harus tertekan dan bergerak di teritori negatif. “Belum adanya sentimen positif dari dalam negeri dan cenderung melemahnya sejumlah mata uang memberi tekanan negatif pada Rupiah,” jelas Reza. Pelemahan mata uang dipicu adanya spekulasi akan diperketatnya aturan transaksi, terutama untuk saham dan di China. Hal ini belum lagi diperparah dengan menurunnya cadangan China, dimana China merilis cadangan valasnya berkurang sebanyak US$ 93,9 Milyar menjadi tinggal US$ 3,56 Triliun. Penurunan cadangan ini dipersepsikan untuk menstabilkan laju Yuan pasca didevaluasi yang memberikan sentimen negatif pada laju mata uang , tak terkecuali rupiah.

Lonjakan Dolar AS makin menjadi setelah dan Franc Swiss juga mengalami penurunan. Kabar penurunan devisa milik Indonesia juga kan menambah sederet sentiment negatif bagi pergerakan Rupiah. Reza Priyambada memprediksi Rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 14.225 hingga Rp 14.237 per Dolar AS ( BI).

Loading...