Penuhi Fashion Anak Muda, Ini Pilihan Distro Terkenal di Malang

Distro, terkenal, di, Malang, clothing, Inspired27, Heroin, Realizm, For you all, Oyisam, lokal, baju, toko, online, populer, produk, Dendi Santoso, pemain, sepak bola, Arema FC, Dist41ct, Distrik, daring, penjualan, bisnis, usaha, pusat, belanja, pasar, tradisional, modern, anak, muda, fashionSuasana belanja di distro (instagram: @inspired27.store)

Kota tak hanya dianugerahi banyak destinasi wisata, namun juga dipenuhi dengan pusat perbelanjaan yang bisa memuaskan hasrat . Untuk kota yang tidak terlalu besar, Malang memiliki cukup banyak pusat . Mulai dari tradisional, mall modern, hingga distro yang menjadi rujukan .

Sejak beberapa tahun terakhir, industri fashion memang kian menarik di Malang, secara perlahan tapi pasti para pemilik distro semakin merangkak naik. Tak jarang nama-nama distro tersebut tak hanya populer dan terkenal di Malang, namun juga di beberapa daerah sekitar Kota Apel ini.

Banyak industri kreatif yang lahir dan berkembang di Malang yang cukup menarik untuk ditelusuri. Industri kreatif di Malang berupa distro clothing pun bertebaran di beberapa tempat. Berbagai konsep diusung dalam bentuk fisik -toko tersebut. Nama-nama distro itu pun kemudian banyak yang akhirnya menjadi lokal Malang.

Sejumlah distro yang terkenal di Malang, seperti Inspired27, For You All, Oyisam, Heroin, Zero Heroes, Realizm, dan beberapa nama lain, umumnya berisi dengan brand-brand ternama. Namun, terkadang juga dilengkapi dengan beberapa aksesoris pendukung lainnya, seperti topi, dompet, gelang, ikat pinggang, dan lain-lain.

Dendi Santoso, salah seorang pemain di klub sepak bola favorit warga Malang, Arema FC, juga turut mengembangkan distro clothing bertajuk Dist41ct. Setelah selama ini hanya berfokus di penjualan daring, tahun 2017 lalu akhirnya resmi membuka toko yang menjual produk pakaian miliknya. Toko Dist41ct sendiri bertempat di Jalan Cengkeh, Kota Malang.

Dendi mengatakan, bahwa usaha ini merupakan tabungannya untuk masa depan. Menurutnya, menghadapi masa depan, ia harus mempersiapkan diri. “Apalagi sebagai pesepakbola, kita tidak bisa terus bermain,” ujar Dendi dilansir Bola.net.

Menurut Dendi, ia juga belajar dari sempat terhentinya kompetisi pada 2015 silam. Karenanya, ia tak mau menggantungkan masa depan begitu saja di sepak bola. “Saya berinisiatif untuk membuka bisnis clothing untuk mengantisipasi hal seperti ini terjadi lagi,” tuturnya.

Selain bisnis online, selama ini juga menitipkan produknya di salah satu distro di Kota Malang. Pemain asli Malang ini menyebut omzetnya berkisar di angka 10 juta rupiah tiap bulannya. “Alhamdulillah, kita syukuri saja. Nanti setelah ada toko, saya optimistis bakal meningkat,” sambungnya.

Pesepakbola yang memulai karier dari Akademi Arema ini sengaja memberi nama Dist41ct (baca Distrik) karena terinspirasi dari film laga Perancis berjudul District 13. Dan untuk penambahan angka 41 tersebut, Dendi mengatakan bahwa nomor tersebut sebagai lambang kebesaran ia bersama Arema FC yang menggunakan nomor punggung 41.

“Nama ini karena saya terinspirasi dari film berjudul District 13. Dan itu bisa diartikan sebagai wilayah, untuk angkanya kan nomor punggung saya. Jadi kesimpulannya ini adalah wilayah 41 (saya),” pungkas Dendi.

Loading...