Penting untuk Bisnis di Bidang Pangan, Berapa Biaya Pembuatan Sertifikat PIRT?

Ilustrasi: industri makanan rumahan (sumber: sinarharapan.net)Ilustrasi: industri makanan rumahan (sumber: sinarharapan.net)

Usaha Kecil Menengah (UKM) saat ini terus memperoleh kemudahan dari untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia, tak terkecuali dengan rumahan yang bergerak di pangan. Agar pangan yang dipasarkan lebih terjamin, para pemilik usaha bisa dengan mudah mengurus ijin PIRT (Pangan Industri ). Di beberapa daerah bahkan pembuatan PIRT tidak dipungut biaya, alias gratis.

“PIRT ini penting sebagai dasar kepengurusan perizinan selanjutnya. Salah satunya SIUP dan TDP,” ujar Kabid Kesehatan (Kesmas) Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kota Madiun, Ismudoko, seperti dilansir Madiuntoday.

Lebih lanjut Ismudoko menjelaskan jika PIRT penting untuk melindungi konsumen. Oleh sebab itu, proses PIRT pun cukup panjang. Sebelum memperoleh sertifikat layak sehat, para pelaku industri yang mengurus PIRT wajib memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan, misalnya saja membawa label dan sampel atau minuman yang diproduksi setelah mendaftar.

berikutnya, mereka juga harus mengikuti penyuluhan di kantor Dinkes KB. “Penyuluhan juga terkait bagaimana pelaku usaha menjaga kebersihan dan kesehatan tempat dan lingkungan produksinya,” sambungnya.

Petugas pun akan melakukan survei langsung ke lokasi produksi. Setidaknya ada sekitar 37 elemen yang wajib baik. Beberapa di antaranya bahkan harus terpenuhi karena masuk kategori kritis, misalnya peralatan produksi yang kontak langsung dengan makanan wajib bersih dan tidak berkarat, selain itu dan sumber yang dipakai juga tergolong kategori kritis. “Jika kriteria kritis ini satu saja tidak terpenuhi, otomatis sertifikat belum bisa kami terbitkan. Pelaku usaha wajib memenuhi dan akan kami tinjau kembali,” ujarnya.

Ismudoko juga mengatakan jika sejak tahun 2018 lalu membuat izin PIRT bisa dilakukan di Puskesmas. “Pelaku usaha akan mendapatkan sertifikat dan nomor PIRT setelah dinyatakan memenuhi persyaratan,” tuturnya.

Setelah mengantongi izin PIRT, pelaku usaha juga akan menjalani pemeriksaan rutin setiap tahun. Sertifikat tersebut juga harus diperbarui tiap 5 tahun sekali. Seluruh proses perizinan PIRT ini kata Ismudoko tidak dipungut biaya, alias gratis. “Prinsipnya ini demi menjaga kesehatan masyarakat. Jangan sampai ada makanan membahayakan yang beredar di masyarakat,” tegasnya.

Pembuatan PIRT gratis juga berlaku di Surabaya. Para pelaku usaha cukup menyiapkan sejumlah dokumen persyaratan, mulai dari data perusahaan, peta lokasi tempat usaha, sertifikat halal dari MUI, hingga surat pernyataan dengan meterai Rp 6.000.

Loading...