Penolakan SEC Kembali Bikin Harga Bitcoin Terlempar Jauh ke Level USD 6.000

Bitcoin - www.tradingmania.itBitcoin - www.tradingmania.it

Harga hari ini rupanya belum mampu pulih sepenuhnya dari aksi jual yang terjadi pada kemarin, Jumat (10/8). Setelah sempat mencapai level terendah di angka 6.035,60 pada Jumat (10/8) sekitar pukul 21.08-21.09 UTC, hari ini, Sabtu (11/8) harga turun 0,93 persen ke posisi USD 6.086,27 atau sekitar Rp 88 jutaan per 1 BTC setelah dibuka di angka USD 6.143,31. Sepanjang perdagangan hari ini, mata uang terpopuler tersebut telah diperdagangkan pada kisaran USD 6.078,43 hingga USD 6.165,25 dengan pangsa pasar sebesar USD 105 miliar.

Pada akhir Rabu (8/8) lalu omzet harian BTC menembus angka USD 5 miliar dan sejak itu jatuh lagi ke angka USD 4,8 miliar. Rentang perdagangan bitcoin mengalami pada Kamis (9/8) dengan harga yang berfluktuasi antara USD 6.249,07 dan USD 6.549,97, berdasarkan data CoinMarketCap.

Dunia tampaknya mengalami hari-hari terburuk belakangan ini lantaran para bereaksi negatif terhadap berita utama yang mengatakan bahwa Securities and Exchange Commission AS (SEC) menunda keputusan dibukanya ETF bitcoin. Alhasil harga bitcoin pun turun ke posisi terendah 3 minggu pada hari Rabu lalu.

Akibat kerugian tersebut, tidak hanya membalikkan pemulihan yang kuat pada bulan Juli 2018, tetapi juga memasuki ‘bear-market’. Garis support berikutnya kemungkinan berada di angka USD 6.000 yang dianggap sebagai ambang batas level psikologis utama. Pasalnya para pembeli sebelumnya telah menunjukkan minat untuk ‘melindungi’ level tersebut.

Di sisi lain, menurut analisis keuangan Renaissance Macro Research, apa yang dihadapi bitcoin saat ini bisa jauh lebih signifikan dibanding sekadar bear run singkat atau retracement. Kripto akan menghadapi krisis eksistensial, dengan tingkat dukungan level kunci (year-to-date) menjadi penyangga antara level tersebut dengan kerusakan yang lebih besar. “Jika merusak level itu, maka bitcoin akan ‘cacat permanen’,” ujar Renaissance Macro Research, seperti dilansir CNBC.

Pelemahan bitcoin ini bisa menjadi hal yang cukup mengusir investor. Kepala penelitian teknis Renaissance Macro Research, Jeff deGraaf mengatakan jika level support psikologis penting (year-to-date) dilanggar, maka ia merekomendasikan untuk mengambil posisi ‘short’ di BTC. “Pergerakan parabola sangat berbahaya bagi pendek. Biasanya puncak berkembang yang sering muncul sebagai segitiga menurun selama berbulan-bulan, dengan volatilitas berkurang dan sedikit gembar-gembor. Setelah bagian atas selesai melanggar level support, maka bisa saja dianggap cacat permanen atau akhir dari bitcoin,” ujar deGraaf.

Loading...