Penjualan Rumah di AS Naik, Rupiah Ditutup Negatif

Rupiah - pekanbaru.tribunnews.comRupiah - pekanbaru.tribunnews.com

JAKARTA – Rupiah harus menutup Rabu (24/4) ini di area merah, setelah cenderung bergerak menguat seiring laporan terbaru yang menunjukkan rumah di mengalami kenaikan. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.56 WIB, mata uang Garuda melemah 25 poin atau 0,18% ke level Rp14.105 per .

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp14.112 per dolar AS, terdepresiasi 32 poin atau 0,23% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.080 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang juga harus bertekuk lutut di hadapan greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,61% dialami won Korea Selatan.

Dari , indeks dolar AS relatif bergerak lebih pada hari Rabu, didukung perumahan AS yang kuat sehingga sanggup meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi terbesar di dunia. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,013 poin atau 0,01% ke level 97,649 pada pukul 12.52 WIB, setelah sempat mencicipi level 97,777 semalam, atau tertinggi sejak Juni 2017.

Seperti diberitakan VOA, pada Selasa (23/4) waktu setempat, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan rumah baru di negara tersebut sepanjang bulan Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 4,5%. Rumah-rumah baru mampu terjual sebanyak 692.000 selama bulan ketiga, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang laku 662.000 unit.

Laju penjualan rumah baru sepanjang bulan Maret kemarin merupakan yang terkuat sejak November 2017, menandakan pasar properti baru sedang membangun momentum. Penjualan rumah baru sendiri mulai pulih setelah tingkat bunga cicilan rumah 30-tahun turun dari tingkat puncaknya yang hampir 5% pada November 2018.

“Di pasar perumahan ini, keterjangkauan bagi pembeli adalah kunci,” kata kepala ekonom di realtor.com, Danielle Hale, dilansir Reuters. “Tren ini mendukung fakta bahwa tingkat hipotek yang lebih rendah telah mulai memikat pembeli di musim semi ini dan menunjukkan potensi penguatan penjualan rumah yang ada di bulan-bulan mendatang.”

Saat ini, fokus para investor mulai beralih ke data domestik bruto (PDB) AS kuartal pertama 2019 yang akan dirilis pada Jumat (26/4) mendatang. Laporan ini dapat memperkuat opini bahwa sementara periode ekspansi global saat ini berada pada tahap akhir, AS memiliki pijakan yang lebih kuat dibandingkan negara besar lainnya.

Loading...