Penjualan Ritel Naik, Rupiah Berakhir Menguat Tajam

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

JAKARTA – Rupiah praktis tidak memiliki hambatan berarti untuk terus melaju di zona hijau hingga Jumat (11/6) sore, didukung sejumlah katalis , salah satunya dari penjualan ritel Indonesia yang dilaporkan tumbuh . Menurut catatan Index pukul 14.55 WIB, Garuda ditutup menguat 58,5 poin atau 0,41% ke level Rp14.189 per dolar AS.

Sementara itu, mayoritas mata uang juga sukses menggulung . Won Korea Selatan memimpin penguatan setelah naik 0,34%, disusul dolar Taiwan yang naik 0,20%, ringgit Malaysia yang menguat 0,13%, dan dolar Singapura yang bertambah 0,11%. Namun, yen Jepang dan rupee India harus merana setelah masing-masing melemah 0,05% dan 0,11%.

“Penguatan rupiah dipengaruhi oleh keyakinan pasar bahwa kenaikan AS hanya berlangsung sementara. Karenanya, pasar tidak khawatir Federal Reserve akan mengetatkan kebijakan moneternya,” papar analis pasar uang, Ariston Tjendra, dikutip dari CNN Indonesia. “Dari dalam negeri, penjualan ritel mengalami pertumbuhan signifikan pada April 2021, yang juga menjadi katalis positif bagi rupiah.”

Setelah sekitar 16 bulan mengalami kontraksi, penjualan ritel di dalam negeri akhirnya mampu tumbuh positif pada April kemarin. Bank Indonesia melaporkan bahwa penjualan ritel yang dicerminkan oleh Indeks Penjualan Riil (IPR) pada April 2021 berada di 220,4, atau naik 17,3% dibandingkan bulan sebelumnya (month-month) dan 15,6% dari April 2020 (year-on-year).

“Responden menyampaikan peningkatan kinerja penjualan eceran, didorong meningkatnya permintaan selama Ramadan yang didukung berbagai potongan (diskon),” tulis Bank Indonesia. “Peningkatan penjualan terjadi pada mayoritas kelompok komoditas yang disurvei, terutama Subkelompok Sandang, Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau, serta Kelompok Bakar Kendaraan Bermotor.”

Dari pasar global, indeks dolar AS harus bergerak lebih rendah pada hari Jumat, ketika data terbaru menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Mei 2021 mengalami kenaikan yang cukup kuat, sedangkan klaim pengangguran mingguan turun ke level terendah dalam 15 bulan. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,093 poin atau 0,1% ke level 89,982 pada pukul 11.39 WIB.

Loading...