Penjualan Ritel AS Solid, Rupiah Justru Rebound di Selasa Pagi

Rupiah - mappijatim.or.idRupiah - mappijatim.or.id

Meski data ritel AS pada bulan Maret dilaporkan mengalami kenaikan, namun justru mampu membuka Selasa (17/4) di zona hijau. Seperti dipaparkan Index, Garuda mengawali hari ini dengan menguat 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.768 per AS. Sebelumnya, spot ditutup melemah 25 poin atau 0,18% di posisi Rp13.780 per AS pada Senin (16/4) kemarin.

Dilaporkan CNBC, pada Senin sore waktu setempat, Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa penjualan ritel di Paman Sam mengalami kenaikan sebesar 0,6% pada bulan lalu, sekaligus kenaikan terbesar sejak November 2017. Konsumen AS bangkit dengan membeli lebih banyak mobil, perabotan, dan peralatan setelah tiga bulan beruntun penjualan ritel menurun.

Sebelumnya, penjualan ritel AS harus merosot dalam dua bulan pertama tahun ini karena konsumen enggan berbelanja usai pengeluaran besar selama musim dingin. Para ekonom memprediksi bahwa kepercayaan konsumen yang sehat, keuntungan pekerjaan yang stabil, dan dampak pemotongan pajak akan mendorong pertumbuhan belanja yang solid dalam beberapa bulan ke depan.

“Pergerakan rupiah pada hari ini masih akan dipengaruhi oleh sentimen eksternal,” kata ekonom Bank Permata, Josua Pardede, seperti dilansir Kontan. “Dari , investor menanti rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2018, yang apabila hasilnya lebih baik dari perkiraan, ada kemungkinan bisa menyokong mata uang Garuda.”

Sementara, analis PT Valbury Asia Futures, Lukman Leong, melihat bahwa konflik Suriah masih akan membayangi perdagangan hari ini. Perkembangan konflik antara AS, Suriah, dan Rusia masih akan menarik perhatian pasar. “Sementara, kenaikan rating utang Indonesia oleh Moody’s baru akan berimbas dalam jangka menengah,” ujar Lukman.

Pada perdagangan kemarin, rupiah harus berakhir merah, seiring dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia lainnya. Mata uang domestik ditutup melemah meski indeks dolar AS juga bergerak lebih rendah ketika pasar mencermati dampak serangan AS terhadap Suriah. Meski begitu, penurunan greenback memang relatif terbatas.

Loading...