Penjualan Ritel AS Naik, Rupiah Tetap Perkasa di Selasa Sore

Ilustrasi: nilai tukar rupiah terhadap dolar - sore 12/03/2019 (sumber: fajar.co.id)Ilustrasi: nilai tukar rupiah terhadap dolar - sore 12/03/2019 (sumber: fajar.co.id)

JAKARTA – Rupiah mampu mempertahankan posisi di teritori hijau pada Selasa (12/3) sore meski laporan terbaru menunjukkan bahwa penjualan ritel AS mengalami kenaikan moderat. Menurut paparan Index pada pukul 15.54 WIB, Garuda 24 poin atau 0,17% ke level Rp14.267 per .

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan tengah berada di posisi Rp14.251 per AS, menguat 73 poin atau 0,51% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.324 per AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia kompak mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,53% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar global, indeks dolar AS relatif bergerak lebih rendah pada hari Selasa, menyusul persetujuan Komisi Eropa atas amandemen kesepakatan Brexit Inggris, meski relatif terbatas karena perjanjian itu juga mendukung aset berisiko. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,122 poin atau 0,13% ke level 97,093 pada pukul 12.30 WIB, setelah kemarin sudah berakhir di zona merah.

Seperti diberitakan Reuters, indeks dolar AS turun terhadap sekeranjang mata uang utama, membuat menjadi investasi yang menarik bagi pemegang mata uang non-AS, sedangkan pound sterling naik tajam setelah kesepakatan Brexit berubah. Ketua Komisi Eropa, Jean-Claude kemarin (11/3) menyetujui kesepakatan Brexit yang diperbarui oleh Perdana Menteri Inggris, Theresa May, untuk membuat perjanjian tersebut lebih cocok bagi parlemen Inggris.

“Pasar lebih sensitif terhadap berita positif daripada berita negatif karena sudah memperhitungkan skenario yang sangat buruk,” ujar kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo, Masafumi Yamamoto. “Namun, kemungkinan tetap rendah untuk anggota parlemen menyetujui kesepakatan yang ditawarkan May dalam voting yang diharapkan akan berlangsung hari ini.”

Pelemahan yang dialami dolar AS sendiri cenderung terbatas, menyusul laporan terbaru yang menunjukkan penjualan ritel di Negeri Paman Sam lebih kuat dari yang diperkirakan. Pada bulan Januari kemarin, penjualan ritel AS naik moderat setelah sebelumnya turun di akhir tahun 2018. Namun, pemulihan ini tidak terlihat cukup kuat untuk mengubah arah AS yang telah kehilangan momentum di awal tahun.

Loading...