Penjualan Ritel AS Lesu, Rupiah Berakhir Hijau

Rupiah - www.lintasgayo.comRupiah - www.lintasgayo.com

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di area hijau pada perdagangan Kamis (16/5) sore setelah tertekan angka penjualan ritel AS bulan April 2019 yang dilaporkan tidak menggembirakan. Menurut Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda ditutup menguat tipis 11 poin atau 0,08% ke level Rp14.452 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia mematok kurs tengah berada di posisi Rp14.458 per dolar AS, melemah 10 poin atau 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.448 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, pergerakan mata uang Asia terhadap greenback cukup variatif, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,37% dialami ringgit Malaysia dan pelemahan terdalam sebesar 0,10% menghampiri yuan China.

Dari , indeks dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada hari Kamis seiring kenaikan euro yang merespons kabar bahwa Presiden AS, Donald Trump, berencana untuk menunda penerapan pada mobil-mobil impor. Mata uang Paman Sam terpantau terdepresiasi 0,052 poin atau 0,05% ke level 97,517 pada pukul 12.15 WIB.

Diberitakan Reuters, pada Rabu (15/5) waktu setempat, pejabat pemerintahan AS menuturkan bahwa Trump kemungkinan akan menunda keputusan untuk mengenakan tarif pada mobil dan suku cadang impor hingga enam bulan. Pengumuman resmi mengenai rencana ini diperkirakan akan dilakukan pada Sabtu (18/5) mendatang, tanggal jatuh tempo bagi Trump untuk membuat keputusan atas rekomendasi Departemen Perdagangan AS guna melindungi industri otomotif negara.

“Prospek jangka panjang untuk euro sebenarnya tidak terlalu cerah, mengingat fundamental yang lemah di kawasan tersebut,” ujar pakar strategi senior di Barclays di Tokyo, Shin Kadota. “Namun, berita tentang penundaan tarif otomotif membantu mata uang tunggal untuk membangun support di ambang level 1,120 terhadap greenback.”

Tekanan untuk dolar AS semakin bertambah menyusul terbaru yang mengatakan bahwa penjualan ritel dan output negara tersebut lesu sepanjang bulan April kemarin. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel di bulan kemarin turun 0,2%, sedangkan penjualan ritel ini yang tidak memasukkan sektor otomotif hanya tumbuh 0,1%.

Loading...