Penjualan Mobil Listrik Anjlok, Tesla Urung Tingkatkan Kapasitas Gigafactory

Tesla Gigafactory - (Youtube: Duncan Sinfield)Tesla Gigafactory - (Youtube: Duncan Sinfield)

OSAKA – Tesla dan Panasonic terpaksa membekukan rencana untuk memperluas kapasitas Gigafactory 1 mereka, baterai EV terbesar di dunia, karena kekhawatiran mengenai penurunan penjualan dalam catatan Wall Street. sebelumnya telah merencanakan untuk meningkatkan kapasitas 50% pada tahun depan, tetapi dengan penjualan kendaraan yang anjlok, mereka menyimpulkan bahwa besar pada tahap ini menimbulkan terlalu banyak risiko.

Dilansir Nikkei, tujuan Tesla adalah untuk menjadi massal kendaraan listrik, dengan kapasitas 1 juta mobil per tahun. Namun, penurunan penjualan kendaraan elektrik mencerminkan dilema yang dihadapi industri EV. Mengurangi produksi, kunci untuk menarik lebih banyak , membutuhkan investasi besar dalam inovasi. Tetapi, hal itu sulit dilakukan di bawah laba tipis yang dihasilkan EV.

Panasonic juga akan menunda investasi yang direncanakan dalam baterai otomotif terintegrasi dan pabrik EV Tesla di Shanghai. Sebagai gantinya, perusahaan akan memberikan dukungan teknis dan sejumlah kecil baterai dari Gigafactory. Tesla berkomitmen untuk membeli baterai untuk mobil yang dibangun di pabrik Shanghai dari sejumlah pembuatnya.

Gigafactory, di negara bagian Nevada, AS, telah membuat baterai untuk Model 3, sedan kecil baru Tesla, sejak Januari 2017 lalu. Panasonic, salah satu produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, memproduksi sel, kemudian Tesla menggabungkannya menjadi kemasan baterai sebelum merakit mobil di pabrik mereka. Gigafactory saat ini dikatakan memiliki kapasitas untuk memasok lebih dari 500.000 mobil per tahun. Perusahaan bermaksud memperluas kapasitas menjadi setara dengan 54 Gigawatt-hours per tahun pada tahun 2020.

Tesla sudah menjual 245.240 kendaraan sepanjang tahun 2018. Tahun ini, mereka berencana untuk menjual 360.000 hingga 400.000 mobil, tetapi pengiriman telah tertunda karena hambatan produksi. Sejak musim panas lalu, para eksekutif Tesla juga sudah berhenti menentukan tanggal target untuk mencapai penjualan 1 juta mobil per tahun.

Panasonic pertama kali menandatangani kontrak pasokan dengan Tesla pada tahun 2009, kemudian membeli saham 30 juta dolar AS pada 2010. Tesla dan Panasonic sendiri telah menginvestasikan 4,5 miliar dolar AS di pabrik hingga saat ini. Enam bulan lalu, Presiden Panasonic, Kazuhiro Tsuga, mengatakan perusahaan akan mempertimbangkan ‘investasi lebih lanjut di Amerika Utara, seiring dengan Tesla’.

Tetapi, bisnis baterai Panasonic-Tesla mengalami kerugian operasional melebihi 20 miliar yen pada tahun keuangan yang berakhir pada Maret kemarin, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Penjualan unit Tesla turun sekitar 30% pada periode Januari-ke-Maret dibandingkan kuartal sebelumnya, tertekan oleh pertumbuhan yang lebih lambat di China, keringanan pajak yang lebih kecil untuk kendaraan listrik, dan masalah dengan logistik.

Analis Wall Street baru-baru ini mengangkat kekhawatiran tentang melemahnya permintaan untuk Model 3. Dalam laporan 4 April 2019, analis Goldman Sachs mengatakan bahwa ekspektasi volume untuk produk-produk perusahaan pada 2019 terlalu tinggi, dengan permintaan konsumen kemungkinan lebih rendah karena subsidi dihapuskan.

Tesla sendiri dijadwalkan untuk meluncurkan mobil SUV kecil, Model Y, yang kemungkinan akan menggunakan baterai yang sama dengan Model 3. Kedua perusahaan akan mengevaluasi kembali rencana ekspansi mereka untuk Gigafactory pada tahun 2020 atau tahun berikutnya, tergantung pada seberapa baik kendaraan terjual.

“Baik Tesla dan Panasonic terus menginvestasikan dana besar ke Gigafactory,” kata Tesla dalam sebuah pernyataan resmi, Kamis (11/4). “Kami percaya, ada jauh lebih banyak output yang dapat diperoleh dari peningkatan peralatan produksi dari yang diperkirakan sebelumnya. Kami melihat keuntungan yang signifikan dari peningkatan jalur yang ada, yang memungkinkan Tesla dan Panasonic untuk mencapai output yang sama dengan lebih sedikit biaya dihabiskan untuk pembelian peralatan baru.”

Harga untuk mobil Tesla mulai dari 35.000 dolar AS untuk Model 3, model dengan harga terendah. Baterai mengisi sekitar setengah biaya EV. Mengingat margin keuntungan yang relatif kecil pada mobil-mobil jenis ini, pemotongan harga baterai secara signifikan akan sulit tanpa kemajuan teknologi yang lebih lanjut. Dan, menurunkan harga mobil sangat penting untuk menghasilkan lebih banyak EV di jalan.

Loading...