Penjualan Mobil Baru di Asia Tenggara Naik 4% Selama Bulan Juli 2016

Bangkok – Penjualan baru di 6 negara utama yang ada di kawasan Asia Tenggara meningkat 4% sebesar 234.193 unit pada bulan Juli, menandai pertumbuhan 4 bulan berturut-turut untuk pertama kalinya dalam kurun waktu sekitar 3 tahun.

Indonesia yang merupakan pasar terbesar di kawasan ini menunjukkan tanda-tanda pemulihan, tertopang oleh faktor-faktor seperti peluncuran model baru. Angka-angka itu memperbaiki penurunan penjualan di Malaysia.

Penjualan mobil baru di Indonesia naik 13% menjadi 62.585 kendaraan dengan peningkatan selama 4 bulan berturut-turut. Toyota Motor yang merupakan pangsa pasar terbesar di negara Indonesia merilis kendaraan MPV Sienta pada bulan Juli yang menjadi kontributor terbesar dalam penjualan.

Thailand yang menjadi pasar terbesar kedua di Asia Tenggara mengalami penurunan penjualan mobil baru 0,4% ke 60.635 unit yang merupakan penurunan pertama dalam 4 bulan. Penjualan truk-truk pickup 1 ton yang di kalangan menyusut 8% tahun ini. Namun penjualan mobil penumpang naik 10% ketika Motor dan otomotif lainnya melaunching model-model terbaru. Pasar Thailand untuk sektor otomotif dianggap sudah mengalami kemerosotan. Toyota meningkatkan proyeksi penjualan tahun di Thailand sebanyak 20.000 unit kendaraan di angka 740.000 unit, yang mana masih tetap mengalami penurunan 7% dari tahun 2015.

Pasar Malaysia yang menjadi pasar terbesar ketiga di kawasan ini juga tetap mengalami pertumbuhan yang lambat. Pada bulan Juli penjualan merosot 28% ke 42.471 kendaraan yang menandai penurunan selama 7 bulan berturut-turut. Harga mobil naik di tengah perlambatan Malaysia dan rendahnya nilai tukar yang membuat enggan untuk membeli mobil baru. Tan Chong Motor Holdings yang merupakan penjual kendaraan Nissan Motor di Malaysia mengalami kerugian selama Januari hingga Juni.

Sedangkan penjualan mobil baru di Filipina dan mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 22% dan 38%.

Loading...