Penjualan Menurun, Harga Emas 75 per Gram Hari Ini dalam Rupiah Rp 474 Ribuan

Harga emas - www.viva.co.idHarga emas - www.viva.co.id

masih dianggap sebagai sebuah aset yang tepat untuk berinvestasi. Selain karena harganya stabil, beberapa orang lebih memilih berinvestasi dalam wujud perhiasan. Sehingga ketika sedang tak ingin , perhiasan tersebut masih bisa digunakan untuk sehari-hari. Masyarakat Indonesia menyukai dalam berbagai kadar, mulai dari 70, 75, hingga dengan kadar 80 persen. emas 75 per gram sendiri dinilai lebih murah dibandingkan membeli emas yang kadarnya paling tinggi, yakni 24 karat.

Emas 75 atau yang kadar emasnya setara dengan 18 karat hari ini, Minggu (12/8), memiliki harga jual di angka Rp 474.725 per 1 gram dalam , sedangkan harga belinya dibanderol Rp 390.950 per gram. Cukup terjangkau bukan? Emas 75 biasanya masih menggunakan campuran logam lain di dalamnya, yakni tembaga sehingga warna kuning asli dari emas tidak memudar. Sedangkan untuk emas putih biasanya memakai perak dan paladium sebagai campuran supaya warnanya pun juga tidak berubah.

Emas kadar 75 umumnya bukan hadir dalam wujud emas batangan layaknya emas 24 karat, melainkan dalam bentuk perhiasan, entah itu cincin, liontin, gelang, giwang atau anting-anting, kalung, dan sebagainya. Sayangnya harga emas selama bulan Agustus 2018 ini tampaknya cukup fluktuatif. Harga emas disebut-sebut turun secara bertahap.

“Sudah sebulan turun harganya. Tapi harganya turun secara bertahap. Emas 70 persen dari Rp 400 ribu, sekarang Rp 348 ribu, sama emas 75 persen dari Rp 450 ribu sekarang Rp 430 ribu per gram,” ujar Andra, pemilik Toko Mas Sumatera, Minggu (5/8), seperti dilansir Tribunnews.

Memanasnya kondisi perdagangan antara Amerika Serikat dan China ditengarai sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi harga komoditas yang dipatok terhadap mata uang . Sayangnya, meski harga emas sedang turun, angka pembelian ini justru tidak meningkat dan cenderung menurun. “Sekarang kondisi agak menurun, dibandingkan dengan sebelumnya, mengalami penurunan sampai 10 persen,” katanya.

Andra menjelaskan bahwa banyak faktor yang mengakibatkan penjualan maupun pembelian menurun, seperti kebutuhan pokok yang semakin mahal dan hasil yang menurun harganya. “Pembelian sekarang menurun dari sebelumnya, karena kebutuhan masyarakat meningkat, sembako yang harganya tinggi, juga penurunan daya beli sendiri dipengaruhi ekonomi Jambi karena harga komoditas turun,” tutupnya.

Loading...