Peracik Bumbu Meninggal, Penjualan Indomie Langsung Melonjak

Makan Mie Instan - freepik: @jcompMakan Mie Instan - freepik: @jcomp

Meninggalnya Nunuk Nuraini, yang terlibat dalam pengembangan untuk Indomie selama tiga dekade dan menciptakan mi goreng yang sangat digemari, pada akhir Januari 2021 kemarin tidak hanya diliput banyak media, termasuk outlet seperti CNN dan BBC. Kabar tersebut juga memicu gelombang baru pembelian produk Indomie oleh konsumen yang sebelumnya telah terkurung di karena pandemi .

Seperti diberitakan Nikkei , Indomie, merk instan berusia setengah abad yang dijuluki sebagai makanan nasional Indonesia, menikmati dorongan tambahan dari tidak hanya konsumen yang terkurung di rumah di tengah pandemi virus corona, tetapi juga wafatnya Nunuk Nuraini dalam usia 59 tahun. Banyak yang menggunakan media sosial untuk mengungkapkan rasa sayang mereka terhadap brand tersebut. “Indonesia telah kehilangan legenda kuliner,” cuit Menteri Ekonomi, Airlangga Hartarto, di Twitter.

Indomie adalah brand terbesar di Indonesia yang menjadikan mie instan sebagai salah satu pokok. Sekitar 60% orang Indonesia mengonsumsi satu hingga enam bungkus mie instan per minggu, menurut data dari Kementerian . Tidak hanya di Indonesia, Indomie telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk di AS, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, serta telah menjadi nama yang identik dengan mie instan di beberapa . Sementara itu, varian mi goreng sudah menjadi favorit sejak rilis pada tahun 1982.

Produk mienya menawarkan kenyamanan dengan harga yang sangat murah. Varian yang disajikan termasuk sup bergaya ramen dan lainnya, seperti mi goreng, yang dibuat tanpa kaldu. Konsumen dapat mengubah mie sesuai keinginan mereka dengan tambahan bumbu dan perasa. Bahkan, sejumlah koki terkenal, seperti ditemukan di YouTube, mencoba Indomie dengan hidangan seperti carbonara.

Aeon Indonesia, salah satu cabang peritel Jepang, Aeon, mengatakan bahwa penjualan produk Indomie tetap stabil pada Februari kemarin, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, bahkan setelah kenaikan harga pada awal 2021. Permintaan diperkirakan akan tetap kuat tahun ini seiring dengan pemulihan ekonomi negara. Supermarket di dalam Aeon Mall di Indonesia rata-rata menjual 4.000 bungkus Indomie per hari, didorong tren pembelian besar-besaran di tengah pandemi.

Indofood CBP Sukses Makmur, perusahaan di balik merk Indomie, telah mengalami peningkatan pendapatan sejak go public pada tahun 2010. Penjualan tumbuh 3% pada tahun ini menjadi Rp33,9 triliun untuk sembilan bulan pertama tahun 2020 dan diperkirakan akan terus meningkat, mencapai titik tertinggi baru saat penghasilan setahun penuh segera diumumkan.

Perusahaan itu sendiri dimiliki oleh Indofood Sukses Makmur, unit inti Salim Group, salah satu konglomerat terbesar di Indonesia. “Di tengah lingkungan pasar yang menantang akibat pandemi COVID-19, ICBP mampu memberikan kinerja pertumbuhan yang konsisten dalam sembilan bulan pertama tahun 2020, menunjukkan ketahanan dan kelincahannya,” ujar CEO Indofood dan Salim Group Anthoni Salim.

Loading...