Penjualan Iklan Pesat, Pendapatan Line Melonjak 26% di Semester I 2018

Aplikasi Line - e27.coAplikasi Line - e27.co

TOKYO – Nyaris tidak terdengar suaranya, operator layanan chat asal Jepang, Line, pada Rabu (25/7) kemarin mengumumkan kenaikan pendapatan sebesar 26 persen selama enam bulan hingga Juni 2018 sebesar 99,3 miliar yen. Lompatan pendapatan ini terutama didukung yang kuat dalam iklan, meski laba bersih harus anjlok 72 persen.

Dilansir , Line menjalankan iklan di berbagai halaman layanan chatting mereka, termasuk di halaman berita bernama ‘Line News’ serta di timeline . ini juga memungkinkan operator bisnis, seperti restoran hamburger dan toko ritel, untuk mengirim push message ke beberapa dari 164 juta pengguna yang aktif dengan tertentu.

Meskipun angka pendapatan positif, namun laba bersih Line anjlok 72 persen menjadi 2,9 miliar yen dalam periode enam bulan dibandingkan tahun lalu, karena belanja besar-besaran untuk membangun eksistensi dalam teknologi keuangan. Bulan lalu, Line berambisi untuk menjadi platform mobile yang dominan di Jepang dan bertujuan membuat layanan tanpa uang tunai yang tersedia di satu juta lokasi ritel pada akhir tahun ini.

Pada hari Rabu waktu setempat, CEO Line, Takeshi Idezawa, menyuarakan ambisinya untuk membuat pembayaran cashless Line diterima di setiap satu dari empat juta toko di Jepang. Line tampaknya sedang mencoba untuk menyaingi raksasa pembayaran asal China, Alipay, dan diharapkan untuk menawarkan berbagai produk investasi dan asuransi untuk para pengguna ‘dengan segera’.

Idezawa juga mengatakan bahwa perusahaan akan memastikan operasi stabil dari pertukaran cryptocurrency baru, Bitbox, yang diluncurkan awal bulan Juli ini dan akan menangani 30 cryptocurrency. Dia mengatakan, perusahaan juga berusaha untuk memenangkan lisensi untuk mengoperasikan layanan serupa di Jepang.

Akibatnya, beban depresiasi Line melonjak 70 persen karena server baru perusahaan dipasang untuk meluncurkan pertukaran cryptocurrency di Singapura. Beban karyawan meningkat 45 persen, sementara biaya pemasaran naik 22 persen karena mempekerjakan lebih banyak insinyur dan peluncuran kampanye pemasaran untuk mempromosikan layanan fintech-nya.

Line sendiri adalah salah satu platform media sosial paling populer di Jepang, bersama dengan Facebook, Instagram, dan Twitter. Sayangnya, sepanjang semester pertama 2018, jumlah pengguna aplikasi ini turun 3 persen dibandingkan tahun lalu, dengan rincian 6 juta lebih pengguna di Jepang, 2 juta lebih pengguna di Thailand, 1 juta lebih pengguna di Taiwan, dan 14 juta pengguna di Indonesia.

Loading...