Pengusaha Mengeluh, Biaya Pembuatan UPL UKL Sampai Rp 60 Juta

(UKL) dan (UPL) merupakan pengelolaan lingkungan hidup yang harus dimiliki oleh rencana usaha atau kegiatan yang tidak wajib AMDAL. Jika AMDAL melalui proses penilaian dan presentasi, maka UKL UPL hanya sebagai arahan teknis untuk memenuhi -standar pengelolaan lingkungan hidup.

UKL UPL ini dilakukan dengan mengisi formulir pendaftaran dan kemudian diajukan kepada instansi yang bertanggungjawab di bidang pengelolaan lingkungan hidup Kabupaten/Kota atau di Provinsi.

Sayangnya hingga kini beberapa oknum di balik Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) memanfaatkan dokumen UKL UPL ini untuk menarik lebih dari standar yang ditetapkan. Hal ini disebabkan karena belum ada regulasi yang jelas terkait pembiayaan dan lama waktu pembuatan UKL dan UPL.

Di Kabupaten Bekasi, biaya penerbitan dokumen UKL UPL berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 60 juta. Bahkan ada juga yang harus mengeluarkan uang hingga Rp 150 juta, tergantung dari pihak penerbit dokumen. “BPLH di sini hanya mengkaji saja, sedangkan persoalan tarif dan sebagainya ada pada pemrakarsanya yaitu perusahaan, sebab di sini ada lingkungan hidup yang memberikan untuk dampak lingkungan,” ujar Kepala BPLH Bekasi, Maman Agus Supratman.

“Hingga saat ini belum ada biaya yang resmi mengenai pembuatan UPL UKL,” sahut Ketua Forum Investor Bekasi, Dedy Harsono.

Berbeda dengan , standar biaya pengurusan UKL UPL biasanya berkisar sekitar Rp 10 juta saja. Namun Wakil Wali Kota , Nusyirwan Ismail mengaku pernah memperoleh laporan bahwa ada pengusaha yang dipatok biaya pengurusan sebesar Rp 40 juta hingga Rp 60 juta.

“Saya sering mendapat keluhan dari restoran baik langsung maupun lewat SMS. Katanya pembuatan UKL-UPL dengan harga yang tidak wajar. Katanya, menunjuk konsultan. tidak boleh menjadi penengah antara pemohon dan konsultan,” tandasnya.

Loading...