Pengusaha Lokal Incar Penambangan Berlian di Cempaka Diamond Mine

Cempaka Diamond Mine in South Kalimantan - asia.nikkei.comCempaka Diamond Mine in South Kalimantan - asia.nikkei.com

BANJARMASIN – Cempaka Diamond Mine di Kalimantan Selatan pernah menjadi salah satu ladang berlian terkaya di dunia, dengan batu berlian 166 karat dan berlian biru langka ditemukan di sana. Sayangnya, karena masalah dan lainnya, penambangan berskala besar di kawasan ini harus terhenti. Kini, ingin memulai lagi penambangan di tempat tersebut dengan harapan berlian Indonesia mampu bersinar di industri perhiasan global.

melaporkan bahwa menurut sebuah surat kabar setempat, Banjarmasin Post, seorang pengusaha lokal bernama H. Norhin mengajukan hak untuk melakukan penambangan berlian di Cempaka kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada bulan April lalu. Norhin sendiri merupakan pemilik pusat perbelanjaan dan lainnya di kawasan tersebut.

Indonesia sebelumnya sempat memberikan hak ekstraktif di Cempaka kepada Gem Diamonds di tahun 1990-an, dengan harapan bahwa berlian Indonesia akan muncul di pasar global. Tetapi, keputusan perusahaan untuk menghentikan operasi mematikan segalanya. Perusahaan yang memiliki 80 persen hak Cempaka Diamond Mine ini ketika itu mengatakan bahwa pihaknya memutuskan menghentikan penambangan karena dampak penurunan berlian kasar setelah krisis keuangan global.

Meski begitu, banyak masyarakat setempat percaya bahwa berlian berkualitas tinggi terletak di bawah tanah Cempaka dan seharusnya tidak disia-siakan. Jika pertambangan skala penuh dilanjutkan, berlian diharapkan dapat menarik pelanggan tidak hanya di pasar utama seperti AS, China, dan India, tetapi juga di Indonesia. Meski demikian, Kementerian ESDM harus tetap berhati-hati atas permintaan Norhin, selain risiko kerusakan lingkungan yang mungkin bakal terjadi.

berlian pada tahun 2016 secara rata-rata mencapai sekitar 80 miliar ,” menurut De Beers, salah satu pemimpin dalam bisnis berlian. “Perhiasan berlian pengantin terus menjadi fondasi industri ini, namun produk yang populer dengan perkembangan milenium dan pembelian oleh konsumen wanita membantu memacu pertumbuhan.”

Sebelumnya, karena penambangan modern dihentikan, masyarakat setempat melakukan metode berburu berlian di Cempaka dengan cara tradisional. Mereka menyaring tanah dan pasir di cekungan kolam kecil. Dengan memutar baskom dengan cepat, mereka dapat memisahkan batu mulia dari pasir kerikil karena perbedaan gravitasi spesifik berlian. Para penambang terkadang menemukan emas dan batu permata lainnya selain berlian.

Sayangnya, metode tradisional yang digunakan oleh penduduk setempat adalah ilegal, menurut Kementerian ESDM, yang bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya di bawah tanah Indonesia. Pasalnya, perusahaan patungan antara produsen logam nonferrous Indonesia, PT Aneka Tambang (Persero) dan perusahaan Singapura memiliki hak untuk menambang berlian di Cempaka, dengan sebagian besar tanah di desa tersebut dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Loading...