Penguatan Dolar Terbatas, Rupiah Melambung 37 Poin di Akhir Dagang

mampu mempertahankan tren positif sepanjang awal pekan (5/6) ini ketika laju penguatan dibatasi data tenaga kerja Paman Sam yang mengecewakan. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda memungkasi transaksi hari ini dengan penguatan sebesar 37 poin atau 0,28% ke level Rp13.278 per AS.

Tren positif rupiah sudah berlangsung sejak awal dengan dibuka naik 24 poin atau 0,18% ke posisi Rp13.291 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali mengalami apresiasi sebesar 26 poin atau 0,20% ke level Rp13.289 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.29 WIB, spot masih nyaman berada di zona hijau setelah menguat 29 poin atau 0,22% ke posisi Rp13.286 per dolar AS.

Dari pasar , pergerakan indeks dolar AS sebenarnya kembali merangkak naik di tengah kinerja mata uang pound sterling yang melemah usai serangan teroris terbaru yang memukul Inggris pada akhir pekan lalu. Setelah dibuka dengan kenaikan tipis sebesar 0,007 poin atau 0,01% ke posisi 96,722, mata uang Paman Sam kembali menguat 0,047 poin atau 0,05% ke level 96,762 pada pukul 09.57 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, serangan teroris yang memukul Inggris pada Sabtu (3/6) kemarin telah menewaskan sedikitnya tujuh orang. Serangan tersebut adalah yang ketiga yang terjadi dalam waktu kurang dari tiga bulan di negara kerajaan tersebut, sekaligus terjadi hanya beberapa hari menjelang pemilihan Inggris yang rencananya bakal digelar Kamis (8/6) mendatang.

Meski demikian, penguatan dolar AS cenderung terbatas karena data non-farm payroll Paman Sam yang diumumkan akhir pekan lalu mengecewakan pasar. Data non-farm payroll AS menunjukkan pertambahan sebesar 138.000 pada bulan Mei, lebih kecil dari prediksi ekonom. Angka tersebut menunjukkan hilangnya momentum dalam pasar tenaga kerja meski angka pengangguran turun ke level terendah dalam 16 tahun terakhir.

“Cerita pesimistis tentang data pekerjaan membebani dolar AS, karena masih diharapkan menaikkan suku bunganya pada bulan Juni mendatang,” papar ahli strategi mata uang untuk Brown Brothers Harriman di Tokyo, Masashi Murata. “Namun, sebagian besar pelaku pasar percaya bahwa suku bunga tak akan naik untuk waktu yang lama setelahnya.”

Sementara itu, siang tadi mematok berada di posisi Rp13.287 per dolar AS, menguat 24 poin atau 0,18% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp13.311 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang di Asia bergerak mixed terhadap greenback, dengan penguatan tertinggi dialami ringgit Malaysia sebesar 0,31% dan pelemahan terdalam menghampiri yen Jepang sebesar 0,16%.

Loading...