Penguatan Dolar AS Terhadap Pasar Berkembang Picu Kenaikan Saham Jepang

Tokyo – Uang yang mengalir ke aset dolar AS telah mengangkat The ke level tertinggi sepanjang sejarah dan turut menopang Jepang, tetapi pasar khawatir bahwa tren kenaikan tersebut dapat menggoyahkan pasar berkembang yang saat ini sedang rentan.

Mata uang AS di tengah harapan bahwa terpilih, Donald Trump akan memperluas anggaran belanja untuk memenuhi janji-janjinya meningkatkan pembangunan dan investasi publik lainnya. Ekspektasi pertumbuhan inflasi mendorong uang dari obligasi ke saham. Suku bunga jangka panjang AS mencapai 2,36% pada akhir pekan lalu.

Indeks mata uang Nikkei menempatkan nilai dolar AS efektif pada 131,9 pada Senin (21/11), perolehan tertinggi dari standar sebelumnya pada Januari 1995. Greenback juga diperdagangkan sekitar 111 yen, terkuat terhadap mata uang Jepang dalam 6 bulan.

Lemahnya yen meningkatkan saham Jepang. Rata-rata saham Nikkei ditutup di atas 18.000 pada Senin (21/11) untuk pertama kalinya sejak (6/1). Investor memanfaatkan isu-isu berbasis ekspor lainnya untuk memperoleh keuntungan dari mata uang lokal yang lemah.

Mata uang Yen Jepang telah terdepresiasi lebih dari 6 yen terhadap dolar AS sejak 8 November, sedangkan indeks Nikkei menguat 5%. Distribusi Jepang bahkan telah mengungguli kenaikan 3% di saham AS yang memicu tren pasar saat ini.

Namun beberapa pengamat mewaspadai dorongan yang cepat ini. “Rincian kebijakan Trump tetap tidak jelas, dan ekspektasi terus berjalan di pasar,” ujar seorang pejabat Asset Management One Tokyo yang khawatir bahwa komentar Trump dapat memicu pergerakan liar saham.

Fokus pada aset dolar AS telah mengalihkan dana segar dari saham dan obligasi pasar berkembang ke negara-negara maju. “Jika AS mempercepat laju kenaikan suku bunga, dana bisa mengalir lebih cepat dari negara-negara berkembang,” kata pejabat Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities.

Loading...