Pengolahan Secara Tradisional, Harga Gula Aren di Tahun 2017 Berada di Kisaran Rp 15ribuan

Gula Aren - (Sumber: solusisehatku.com)Gula Aren - (Sumber: solusisehatku.com)

Ada beberapa yang bisa digunakan untuk campuran atau bahan dasar dari suatu . Salah satu contohnya gula aren. gula ini biasa dicampurkan ke dalam sebuah .

Gula aren berasal dari aren atau disebut juga dengan siwalan atau ental. dari gula ini adalah coklat muda dengan rasa manis. Selain sebagai pelengkap masakan, juga digunakan untuk pemanis minuman.

Pembuatan gula merah dengan bahan baku air aren dengan cara tradisional ternyata dipertahankan oleh para pengolah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Pengolahan dengan cara tersebut telah dilakukan secara turun temurun di tersebut.

Di pasaran, per kilo gula aren untuk tahun 2017, sekitar Rp 15.000. Satu biji gula beratnya sekitar empat ons. Dalam satu harinya, dapat menghasilkan gula untuk dua kawah, namun tergantung bahan bakunya.

“Membuat gula merah sudah menjadi pekerjaan sampingan turun temurun. Untuk menambah penghasilan,” kata Nor Aisiah, seseorang yang sudah membuat gula merah selama 30 tahun.

Di Desa Keliring dan Desa Jambu Hulu, Kecamatan Padang Batung, masih terdapat banyak warga yang membuat gula merah secara tradisional. Banyaknya aren di daerah tersebut dimanfaatkan oleh warga.

Dalam proses pembuatan, diperlukan kesabaran untuk bisa menghasilkan gula merah yang manis tanpa bahan campuran pemanis.

“Manis asli gula merah dari bahan baku aren menjadikan gula merah kita tetap laku di pasaran. Biasanya dalam satu kawah bisa menghasilkan 12 biji gula merah,” kata Aisiah.

Selain diciptakan dari bahan baku air aren, gula merah juga bisa dihasilkan dari bahan lain. Hal tersebut yang dilakukan oleh petani di wilayah Kecamatan Kawunganten, Kabupaten Cilacap. Mereka mulai mengembangkan gula nipah sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Gula tersebut dianggap memiliki keunggulan variasi rasa dibanding gula merah. Perajin gula nipah di Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Sumitro mengatakan, gula nipah menghasilkan rasa manis dan asin yang murni. Rasa asin ini didapat lantaran nipah yang tumbuh di mangrove yang memiliki air payau.

“Kelebihannya, tingkat manisnya masih manis gula kelapa. Rasa semu asinnya jelas terasa, asin sedikit. Ini istimewanya citarasa gula nipah,” kata Sumitro.

Selain rasanya yang berbeda, gula nipah dijual dengan harga lebih murah dibanding gula kelapa. Saat ini harga gula kelapa di tingkat petani berkisar Rp 14 ribu. Sedangkan gula nipah hanya dijual Rp 12 ribu per kg.

Kepala Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, Sugeng Budiarto mengatakan di desanya terdapat sekitar seratus penderes nipah yang aktif. Sebagian besar gula nipah itu disuplai untuk memenuhi permintaan pabrik kecap dan juga kebutuhan warga.

“Di sini, sekitar Laguna Segara Anakan, banyak pohon nipah, juga tumbuh di bantaran-bantaran sungai. Nah, biasanya petani menderes di bantaran Sungai Cibeureum hingga Laguna Segara Anakan Kabupaten Cilacap,” ujarnya.

Sugeng menuturkan bahwa dalam sepekan, gula nipah yang dihasilkan mencapai empat ton. Para pengepul membeli gula nipah untuk dikirim ke pabrik kecap. Apabila terus dikembangkan, maka potensi gula nipah masih bisa ditingkatkan. Sebab, hutan nipah masih tersedia ratusan hektare di kawasan laguna segara anakan.

Kepala Desa Ujungmanik tersebut menjelaskan bahwa nipah tumbuh di sepanjang bantaran sungai pasang surut yang ada di Kawunganten. Nipah merupakan tanaman endemik yang ada di kawasan hutan mangrove.

Loading...