Pengiriman Paket dari Batam Bermasalah, Paket Bisa Tertahan Berminggu-minggu

Pengiriman Paket - lifehacker.comPengiriman Paket - lifehacker.com

Banyak orang yang mengeluhkan pengiriman paket dari Batam yang bermasalah dan tak kunjung sampai. Rupanya lamanya pengiriman dari Batam sejak Februari 2019 lalu berkaitan dengan keputusan Dirjen Bea Cukai nomor 07/BC/2019 tentang perubahan alur pengiriman paket/ keluar dari Batam.

Menurut Kepala Subdirektorat Jenderal (Kasubdit) Humas Bea Cukai, Deni Surjantoro, keterlambatan pengiriman barang dari Batam tersebut diakibatkan oleh peralihan pendataan barang yang tadinya masih manual kini menjadi . Otomatisasi tersebut diterapkan dalam bentuk Customs-Excise Information System and Automation (CEISA).

“Keputusan dirjen itu adalah keputusan dirjen uji coba dan mandatory pengimplementasian aplikasi untuk dokumen pengiriman PJT (Perusahaan Jasa Titipan). Termasuk di antaranya PT Pos yang tadinya manual menjadi otomatis,” kata Deni di Jakarta, seperti dilansir Merdeka. Lebih lanjut Deni menjelaskan, PT Pos Indonesia sebagai salah satu PJT juga perlu penyesuaian supaya sistem baru tersebut dapat diterapkan secara baik.

Kepala Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata menambahkan, penerapan sistem baru itu rupanya terkendala beberapa hal. Misalnya saja diperlukan adaptasi aplikasi PJT ke aplikasi CEISA Barang Kiriman Bea dan Cukai. Kemudian sistem barcode juga belum semuanya terstandar. Faktor lain seperti kurangnya SDM dan layout gudang belum sepenuhnya ideal juga termasuk hal yang menghambat.

“Kendala tersebut kadang kala mengakibatkan barang tidak bisa diselesaikan pengirimannya pada hari itu sehingga terjadi penumpukan pada gudang kargo dan kantor pos,” ungkap Barata.

Di samping itu, pengiriman paket dari Batam sendiri memang menerapkan sistem yang berbeda dari daerah-daerah lain di Indonesia. Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK), pengiriman paket barang keluar daerah lewat Batam akan dikenai pajak jika melebihi nilai barang sebesar 75 dolar AS.

“Misal mau kirim online shop ke Jakarta atas nama M Taufik, lewat pos nilai barangnya 20 dolar AS. Kirim lagi lewat JNE dan JNT dengan nama dan yang sama, nilai barangnya 20 dolar AS, kirim lagi lewat Lion Parcel dengan nama dan sama 20 dolar AS, dengan jasa lain nilai barangnya 30 US dolar. Nah kelebihan dari 75 US dolar ini, dikenai pajak,” kata Manajer Penjualan Kantor Pos Batam, M Taufik.

Aturan ini diberlakukan di Batam saja karena Batam adalah kawasan bebas dan pelabuhan Bebas Batam. “Batam disamakan daerahnya dengan wilayah luar negeri. Jadi kalau kita mau kirim paket barang ke Jakarta, jatuhnya impor. Kalau dari Jakarta kirim ke Batam, ekspor,” pungkasnya.

Loading...