Pengguna Internet Besar, Developer Bangun ‘Perkotaan’ Berbasis IT

Developer Bangun ‘Perkotaan’ Berbasis IT - asia.nikkei.com

JAKARTA – Pengembang di Indonesia saat ini sedang berfokus pada perkotaan, termasuk real estate, yang berbasis pada kecanggihan seperti . Para pemula dan asing sama-sama membidik basis internet yang memang berkembang pesat di Tanah Air.

Perusahaan asal Amerika, Apple, membangun pusat penelitian dan pengembangan pertama di BSD City. Seperti dikatakan CEO Sinar Mas Land, Michael Widjaja, fasilitas ini merujuk pada sebuah komunitas di luar Jakarta yang dikembangkan oleh Sinar Mas Bumi Serpong Damai. Fasilitas tersebut diharapkan dapat beroperasi setelah bulan Oktober mendatang.

Nantinya, penyewa akan memiliki akses ke ruang bersama yang mencakup fasilitas pencetakan 3D dan sebuah studio untuk menciptakan konten virtual reality, serta pusat data di tempat dan jaringan berkecepatan tinggi, yang memberi lebih banyak usaha IT untuk berkembang. Fasilitas ini juga mengembangkan penawaran inovatif.

“Model bisnis konvensional segera akan menjadi tidak efektif karena perubahan sektor real estate,” kata Widjaja. “Kenaikan layanan sewa kamar pribadi sebagai ganti hotel bisa dijadikan contoh. Karena itu, Sinar Mas bakal meningkatkan investasi pada pembangunan perkotaan dengan fokus teknologi informasi untuk mempersiapkan peralihan tersebut.”

Sementara itu, pengembang real estate, Lippo Group, telah mengumumkan proyek pembangunan perkotaan mereka sendiri pada hari Kamis (4/5) kemarin. Perusahaan berencana membangun sebuah kota industri di dekat Jakarta, yang dikenal dengan nama Meikarta. Berharap menjadi Silicon Valley-nya Indonesia, proyek ini dikabarkan bakal menelan investasi sebesar 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp278 triliun.

Lippo berharap bisa menarik bisnis di bidang analisis data besar. Alibaba Group Holding, pemimpin e-commerce China, adalah penyewa lain yang dicari. “Kami juga akan menjadikan kota yang baru ini sebagai pusat untuk menciptakan konten seperti pemrograman animasi dan lainnya,” ujar CEO Lippo Group, James Riady.

Kedua pengembang akan menggabungkan teknologi mutakhir ke dalam infrastruktur perkotaan, memantau pemandangan kota melalui internet. Sinar Mas mempertimbangkan layanan yang menghadirkan lalu lintas dan informasi penting lainnya ke smartphone warga, sementara Lippo bertujuan untuk menggabungkan teknologi pembayaran elektronik.

Menurut laporan perusahaan riset AS, eMarketer, sekitar 83,7 juta orang Indonesia menggunakan internet pada tahun 2014. Angka itu diprediksi tumbuh sekitar 50 persen menjadi 123 juta pengguna pada tahun 2018, atau hampir setengah dari populasi Indonesia yang berjumlah lebih dari 250 juta. Penggunaan smartphone sendiri saat ini sudah mencapai 50 persen.

yang kuat ini jelas menguntungkan, terutama untuk bisnis e-commerce. Lippo telah bekerja sama dengan rumah dagang Jepang, Mitsui & Co. di bidang tersebut. Sementara, SoftBank Group berinvestasi di Tokopedia, sebuah situs belanja online terkemuka di Indonesia, dan Alibaba melalui Lazada Group mengembangkan otot di Tanah Air. Pemerintah sendiri bertujuan untuk memperluas e-commerce senilai 2 miliar dolar AS menjadi 130 miliar dolar AS pada tahun 2020 mendatang.

Loading...